Hutan Kian Terancam

Hutan Kalsel Semakin Terancam

Pesawat helikopter seri P 3009 milik Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, terbang rendah dan berputar-putar di wilayah udara Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Helikopter yang ditumpangi petinggi Polda Kalsel dan wartawan itu, sedang melakukan pemantauan dan dokumentasi kegiatan pertambangan batubara di dua kabupaten tersebut.
“Lihatlah, betapa parahnya kerusakan lingkungan yang disebabkan aktifitas pertambangan ini,” tegas Komisaris Besar Mahfud, Direktur Reserse dan Kriminal Polda Kalsel, sembari meminta wartawan mengambil gambar kondisi kerusakan lingkungan dari atas.
Lokasi peninjauan adalah areal pertambangan milik  perusahaan tambang PT Baramega Cipta Mandiri Persada (BCMP) di wilayah Kecamatan Serongga, Kotabaru. Kegiatan tambang perusahaan yang mempunyai ijin kuasa pertambangan seluas 7.000 hektar lebih itu, beberapa waktu ditutup pihak Polda dan tim penertiban illegal mining mabes polri.
Dalam kegiatan penambangannya, perusahaan ini melakukan eksploitasi besar-besaran dengan mengerahkan sepuluh kontraktor penambangan. Sehingga ekploitasi emas hitam melalui system penambangan terbuka sejak 2004 lalu, telah menciptakan kerusakan permukaan bumi sedemikian parah.
Dari atas terlihat puluhan lobang-lobang tambang berukuran raksasa menganga dan berubah menjadi danau. Kawasan hutan dan perbukitan pun menghilang, berganti dengan areal terbuka yang siap dikeruk.
Di beberapa sudut areal tambang, tampak puluhan alat berat dan truk pengangkut batubara yang kini tidak beroperasi lagi. Barak-barak kayu yang sebelumnya menjadi tempat tinggal para pekerja tambang juga sepi.
Dikemukakan Mahfud, aktifitas pertambangan batubara PT BCMP dan sepuluh kontraktornya ditutup karena terbukti melakukan penambangan di areal kawasan hutan tanpa ijin pinjam pakai dari menteri kehutanan. Sebelumnya perusahaan tambang yang dirumorkan dibekingi orang kuat di Jakarta itu, juga sempat ditutup polisi dan kementerian lingkungan hidup terkait kasus pencemaran lingkungan.
Setelah melihat lokasi tambang illegal, pemantauan dilanjutkan ke deretan pelabuhan khusus (pelsus) batubara di sepanjang pinggiran sungai Serongga. Ada delapan pelsus di wilayah ini yang ikut ditutup, berikut barang bukti berupa kapal tongkang, kapal tug boat dan batubara dijadikan barang bukti.
Selain PT BCMP, polisi juga menghentikan kegiatan tambang batubara milik KUD Gajahmada, di Kecamatan Simpan Empat, Kabupaten Tanah Bumbu karena persoalan yang sama. Di Kabupaten Banjar, polisi menutup sebuah perusahaan tambang Mangan (Mn) akibat beroperasi di dalam kawasan hutan setempat.
Moratorium Tambang
Kalangan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, menilai booming kegiatan penambangan berbagai sumber daya alam seperti batubara dan biji besi menjadi pemicu utama kerusakan hutan dan lingkungan. Termasuk alih fungsi kawasan menjadi perkebunan, serta masih maraknya kegiatan pembabatan hutan.
Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Hegar, mengungkapkan sejak lama pihaknya telah mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan moratorium atau penghentian kegiatan pertambangan. “Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sangat merugikan masyarakat, seperti bencana banjir setiap tahunnya. Kini hutan kalsel semakin terancam,” katanya.
Kondisi hutan kalsel saat ini sangat memprihatinkan. Separuh dari 1,8 Juta hektar luas kawasan hutan sesuai SK menteri kehutanan sudah terdegradasi dan 600.000 hektar lainnya merupakan lahan kritis. Bahkan, sebagian besar kawasan hutan kini dikuasai pertambangan dan perkebunan.
Di sisi lain, minimnya upaya perbaikan lingkungan melalui reklamasi menjadi ancaman tersendiri. Kebijakan Departemen Kehutanan yang mewajibkan adanya ijin pinjam pakai bagi perusahaan tambang beroperasi di kawasan hutan, sedikit mampu meredam laju kerusakan hutan di kalsel.
Tercatat ada 85 perusahaan tambang mengajukan ijin pinjam pakai melalui Gubernur dan 200 perusahaan lainnya, mengajukan ijin langsung ke pusat. Tetapi fakta di lapangan berlarutnya proses ijin pinjam pakai kawasan hutan ini, memicu kembali maraknya aktifitas pertambangan tanpa ijin. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Maret 6, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: