Makanan Khas Kalsel

Seluang, Ikan Sungai Buruan Wisatawan
 
Meski tidak sehebat Bali dan Jogyakarta, Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang cukup potensial di tanah air. Selain keaneka ragaman obyek wisata alam, Kalsel yang kaya sumber daya alam menjadi tujuan kunjungan pebisnis lokal maupun manca negara.
     Banjarmasin , ibukota Kalsel sangat dikenal dengan wisata pasar terapung, lokasi perniagaan masyarakat tradisional di atas sungai. Tidak ketinggalan adalah daya tarik kuliner khas suku banjar seperti panganan nasi kuning, nasi gambut, ketupat Kandangan serta sajian lauk aneka ikan sungai.
     Aneka ikan sungai yang cukup terkenal diantaranya ikan haruan (gabus), toman, patin, baung, udang, sepat, lais dan jelawat (pipih), papuyu hingga aliling (siput). Yang terpopuler dan banyak diburu para wisatawan adalah seluang.
     Ikan kecil sejenis teri ini, selain dimasak kuning atau pindang, umumnya juga digoreng baik goreng biasa maupun goreng tepung. Seluang goreng yang rasanya renyah menjadi salah satu oleh-oleh khas Banjarmasin dan Kalsel.
     “Saya sangat menyukai ikan seluang goreng ini,” ungkap Agus, pria keturunan, pengusaha batubara dan biji besi asal Jakarta . Menurut Agus, dirinya bersama rekan-rekan bisnisnya selalu menyempatkan diri menikmati aneka ikan sungai termasuk membeli seluang untuk oleh-oleh saat bertandang ke Kalsel.
     Seluang dengan nama lathin rasbora, mempunyai paling sedikit delapan jenis. Seluang dewasa bisa mencapai panjang kurang lebih 10 centimeter. Ikan kecil ini, hidup berkoloni (bergerombol) di sepanjang sungai-sungai Kalimantan dan Sumatera.    
     Walau menjadi primadona wisata kuliner, ikan seluang sangat sulit dibudidayakan. Selama ini, produksi ikan seluang berasal dari hasil tangkapan sporadis masyarakat nelayan sungai, sepanjang DAS Barito.
     Masdar,50 salah seorang nelayan sungai di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mengungkapkan tangkapan ikan seluang sangat dipengaruhi musim. “Saat kemarau seluang muncul berkelompok dan mudah ditangkap, tetapi saat hujan tangkapan ikan seluang sangat sedikit,” paparnya.
     Saat musim kemarau permukaan air sungai jernih dan merupakan masa koloni seluang untuk bertelur dan berkembang biak di tepi-tepi sungai. Bagi nelayan sungai, waktu seperti ini adalah masa panen ikan seluang.
     Setiap harinya para nelayan mampu menangkap ratusan kilogram seluang. Menangkap ikan seluang juga tidaklah muda, karena ukurannya kecil sangat sulit ditangkap menggunakan jala. Nelayan tradisional kerap menggunakan jebakan berupa tampirai dan hampang.
     Tampirai adalah alat tangkap berbentuk kotak terbuat dari kayu, rotan maupun bambu yang bagian tengahnya bolong sebagai tempat masuk ikan. Tampirai dipasang menghadap tepi sungai yang didepannya, terlebih dahulu diletakkan Hampang sejenis tikar bambu.
     Nelayan dengan menggunakan perahu (jukung) membuat riak-riak agar kelompok seluang berenang ke tepi sungai. “Ikan yang lari ke tepi akan dihadang hampang dan saat berbalik mereka masuk ke tampirai,” tutur Masdar.
     Menurut Masdar, alat tangkap seluang tradisional ini cukup efektif. Seluang segar hasil tangkapan nelayan, dibeli para tengkulak seharga Rp 10.000 perkilo dan dipasaran harga ikan seluang mencapai Rp 25.000-Rp 30.000 perkilonya.
     Harga seluang akan membengkak beberapa kali lipat, ketika sudah masuk ke rumah makan atau pusat penjualan oleh-oleh di Banjarmasin . Seluang goreng dijual perbungkus seperempat kilo dengan harga Rp 30.000, jadi sekilo seluang mencapai Rp 120.000 dan bahkan lebih untuk seluang goreng tepung.
     Di Banjarmasin, paling sedikit ada sepuluh rumah makan dan pusat penjualan oleh-oleh khas banjar yang menyediakan seluang goreng segar dalam kemasan. Seluang goreng, selain rasanya renyah (crispi) juga tahan lama, sehingga sangat cocok dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan. (Denny Susanto)
    

~ oleh DennySAinan pada Maret 6, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: