Menerobos Keterisolasian Pedalaman

Menerobos Keterisolasian Pedalaman Kalimantan
 
MUARA TEWEH, (JK):
“Selamat siang, selamat datang di penerbangan Susi Air jurusan Banjarmasin-Muara Teweh,” ucap seorang co-pilot berkebangsaan asing dengan logat bulenya yang kental kepada para penumpang pesawat. Beberapa saat kemudian, pesawat jenis Propjet berkapasitas 12 penumpang itu mengudara menembus belantara langit khatulistiwa.
     Keberangkatan pesawat dari bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin siang itu, sedikit terlambat akibat adanya trouble pada bahan bakar sisi kiri dan kanan pesawat, sehingga memerlukan perbaikan kurang lebih setengah jam. Seperti halnya penerbangan perintis lainnya yang menggunakan pesawat kecil, ketinggian jelajah pesawat rendah hanya sekitar 6.000 feet dari permukaan tanah.
     Pesawat hanya terbang sedikit di atas gumpalan awan, bahkan tak jarang pesawat mengalami turbulence saat menembus dinding awan. Penerbangan ini, seolah menerobos wilayah pedalaman Kalimantan yang selama ini terisolasi.
     Para penumpang pesawat yang kebanyakan para pengusaha dan pejabat daerah, diajak menikmati indahnya pemandangan langit dan lebatnya hutan tropis Kalimantan . Tetapi di sana sini juga terlihat kawasan hutan sudah berubah menjadi padang sabanah akibat dibabat.
     Tidak ketinggalan, danau-danau bekas galian tambang banyak terlihat, menandakan kondisi kawasan hutan yang menjadi area penyangga air perlu penanganan segera untuk diselamatkan.
     Secara umum penerbangan perintis Banjarmasin-Muara Teweh, ibukota Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah cukup nyaman. Kondisi pesawat masih tergolong baru, buatan tahun 2007 serta dilengkapi berbagai peralatan canggih, memberikan sedikit ketenangan bagi para penumpang.
     “Awal saya takut, karena umumnya pesawat kecil untuk rute perintis kerap membuat jantung penumpang berdebar-debar. Tetapi pesawat ini cukup nyaman,” ungkap Yosep, seorang pengusaha asal Jakarta yang menjajaki penanaman investasi di kabupaten kaya sumber daya alam tersebut.
     Rute penerbangan Banjarmasin-Muara Teweh, kembali dibuka kurang lebih satu bulan terakhir. Sebelumnya, rute ini terhenti selama tiga tahun akibat berbagai kendala seperti keterbatasan pesawat perintis, sepinya penumpang dan ketidak mampuan daerah menanggung beban subsidi hingga miliaran rupiah pertahun.
     Rute penerbangan perintis ini, kembali dibuka setelah adanya investor daerah PT Padang Anugerah bekerjasama dengan maskapai Susi Air, sebuah maskapai penerbangan skala besar yang menerbangi rute perintis di 24 negara. Walau terbilang mahal, penjualan tiket seharga Rp 600.000 sampai Rp 1.000.000 perorang selalu ludes.
     Pesawat Susi Air, menerbangi rute Banjarmasin-Muara Teweh satu kali penerbangan setiap hari dan dilanjutkan dengan penerbangan tujuan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Jalur penerbangan ini, menjadi alternative terbaik bagi masyarakat terutama kelompok pengusaha dan pejabat daerah, mengingat perjalanan ke Kabupaten Barito Utara menggunakan jalur darat trans kalimantan membutuhkan waktu sepuluh sampai sebelas jam.
     “Kembali dibukanya jalur penerbangan ini, semakin membuka keterisolasian wilayah kami,” tutur Akhmad Yuliansyah, Bupati Barito Utara dengan sedikit bangga. Pria yang sudah dua periode menjabat Bupati ini, ketiadaan jalur transportasi udara selama ini berpengaruh pada lambannya pembangunan di wilayahnya.
     Keberadaan rute penerbangan ini mempermudah masuknya investor, termasuk wisatawan yang pada akhirnya memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Hingga kini kabupaten yang berada di pedalaman Kalimantan tersebut, terus berbenah membangun infrastruktur melalui pemanfaatan sumber daya alam barupa batubara, emas, pasir kwarsa, termasuk pengembangan sektor pariwisata. (Denny Susanto)
    

~ oleh DennySAinan pada Maret 6, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: