Kesenian Tradisional

Musik Panting Semarakkan Ramadhan Cake Fair

Lantunan nyanyian berbahasa daerah diiringi musik khas Banjar, Panting berkumandang di tengah keramaian lokasi Ramadhan Cake Fair atau pasar wadai di Banjarmasin , Kalimantan Selatan. Sore itu, lantunan lagu berjudul Karindangan memberi warna tersendiri menyemarakkan arena pasar wadai tepi sungai Martapura.
Lantunan lagu berbahasa daerah itu, muncul dari sebuah panggung tepat di tengah pasar wadai. Ya, sejak awal ramadhan sajian hiburan musik panting sudah hadir di tengah arena pasar wadai, untuk menghibur masyarakat yang datang berkunjung.
Di atas panggung berukuran kecil, beberapa penyanyi duduk dengan kaki dilipat seperti sinden dan pada barisan belakang, deretan pemain musik mengiringi, lagu-lagu yang dikumandangkan. Group musik panting ini terlihat menonjol karena mengenakan busana khas daerah banjar.
“Kita ingin suasana pasar wadai ini menjadi semarak dan menjadi khas daerah,” ungkap, Bihman Mulyansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saat berusaha menjelaskan keberadaan musik panting di tengah arena ramadhan cake fair. Menurutnya, selain agenda rutin setiap ramadhan, pasar wadai sengaja dikemas untuk kepentingan pengembangan kepariwisataan daerah.
Lantunan lagu yang dinyanyikan galuh (gadis) penyanyi panting serta iringan gitar khas banjar (panting), tetabuhan gendang (terbang), tamborin serta biola, banyak menyedot perhatian warga. Terlebih kecantikan wajah dibalut senyum simpul tersungging dari bibir para penyanyi, membuat penonton menjadi terpikat dan enggan beranjak.
Belasan lagu berbahasa banjar, baik lagu banjar tempo dulu hingga pop daerah, dibawakan dengan sempurna dan merdu mendayu. Tidak hanya musik panting murni, arena pasar wadai ini secara bergiliran menampilkan berbagai kesenian daerah seperti musik Japin Panting. Yaitu musik panting diselingi tarian khas daerah japin. Serta sajian musik bernuansa Islam, gambus.
Keberadaan musik panting, tak urung mampu menyedot minat warga untuk berkunjung ke pasar wadai. Selain untuk berbelanja aneka keperluan untuk berbuka, musik panting menjadi alternative warga menikmati hiburan.
Pasar wadai menyajikan aneka jajanan mulai dari kue (wadai), minuman hingga lauk pauk. Tidak ketinggalan hadirnya puluhan pedagang buah dan sayur mayur berperahu yang biasanya berjualan di lokasi pasar terapung.
Aneka jajanan dan makanan khas banjar yang dijual antara lain adalah es buah dan kolang kaling. Juga aneka wadai khas seperti bingka, bingka barandam, hamparan tatak, kelelepon dan lapis legit. Ada juga lauk pauk ikan haruan (gabus), saluang, patin dan ikan sungai lainnya. Serta sayur (jangan) asam, jangan batanak dan jangan keladi.
Tak terasa, belasan lagu sudah dilantunkan para pemusik panting dan wargapun cukup terhibur. Hari sudah menjelang petang, mendekati pukul enam sore, tak lama lagi saat berbuka tiba dan galuh pantingpun mengakhiri lantunan lagunya. Para penonton pun bergegas pulang, sembari membawa aneka
panganan berbuka puasa yang sudah dibeli ke rumah masing-masing. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Maret 7, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: