Ramadhan

Pesta Tanglong di Penghujung Ramadhan

Tetabuhan beduk diiringi lafaz lantunan lagu-lagu bernuansa Islami, berkumandang di sepanjang ruas jalan-jalan protokol pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sesaat mesjid-mesjid selesai melaksanakan shalat Tarawih. Pusat kota yang sedikit kelam, akibat lampu-lampu jalan banyak mati karena imbas krisis listrik berubah menjadi terang benderang.
Iring-iringan kendaraan roda dua dan empat yang dimodifikasi dan diatasnya dibangun aneka rupa bentuk bangunan, hewan, beduk, alquran serta ciri khas Islam lainnya, menarik perhatian masyarakat. Iring-iringan tanglong beragam warna tersebut, bergerak mengelilingi jalan-jalan pusat kota .
Di atas salah satu kendaraan peserta tanglong, terlihat seorang anak kecil berpakaian muslim, duduk bersilah sedang khusyuk membaca ayat-ayat alquran berukuran raksasa. Peserta festival tanglong lainnya, menampilkan rombongan rebana yang menyanyikan lagu-lagu bernafaskan Islam.
Di malam ke 21 Ramadhan 1429 Hijriah ini, disambut kemeriahan pesta tanglong hingga mendekati waktu sahur. Even tahunan pesta tanglong menyambut malam selikuran ini, merupakan tradisi menarik masyarakat Kalsel dalam memeriahkan ramadhan.
Kemeriahan sudah terlihat, sejak malam menjelang usai waktu berbuka puasa. Lampu-lampu obor yang ditaruh di sepanjang median jalan mulai dinyalakan. Sebagian wargapun dari segala umur memadati pinggir jalan, menunggu iring-iringan tanglong melintas.
Tahun ini, sedikitnya ada 140 kendaraan ambil bagian memeriahkan pesta tanglong. Mereka berasal dari berbagai penjuru kota . Tidak hanya sekadar pesta, festival tanglong ini juga memperebutkan aneka hadiah hingga jutaan rupiah yang disediakan pantia pelaksana.
Selain di Banjarmasin, pesta serupa juga berlangsung di sejumlah wilayah seperti Kota Banjabaru. Seakan tidak mau kalah meriah, pesta tanglong kali ini, diikuti lebih dari seratus kendaraan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ikut memeriahkan pesta tanglong.
Kemeriahan malam selikuran ini, berakhir ketika waktu mendekati tengah malam. Sebagian warga kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat menjelang sahur, namun sebagian warga lainnya menghabiskan waktu dengan shalat tahajud mengharapkan berkah dari sang penguasa alam. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Maret 7, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: