Ritual Adat

Aruh Baharin, Ungkapan Syukur Pada Sang Pencipta

Suara gemerincing keluar dari gelang kaki dan tangan, beberapa orang balian mengiringi lantunan nyanyian dan tetabuhan tradisional khas suku dayak Halong, di pedalaman Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Belasan gadis dan pemuda dayakpun dengan pakaian adat mereka, memperlihatkan gemulainya tarian dengan penuh keceriaan.
Tarian Baharin namanya, merupakan tarian yang mewujudkan ungkapan rasa syukur warga dayak atas hasil panen mereka selama setahun terakhir. Tarian itu, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan aruh (selamatan atau pesta adat) baharin yang digelar suku dayak Halong.
Malam semakin tinggi, suasana pesta adat tahunan ini semakin meriah. Bulan purnama yang muncul nyaris sempurna, seakan alam semesta menerima pernyataan rasa syukur warga. Tidak hanya tarian, warga dayak juga mengisi malam dengan berbagai kegiatan lain yang sudah menjadi tradisi turun-temurun nenek moyang mereka.
Kemeriahan pesta adat juga diwarnai dengan berbagai suguhan makanan dan minuman khas suku dayak. Termasuk daging bakar dan dimasak, dari belasan hewan sesembahan atau kurban. Sabung ayam dan judi dadu, tidak ketingggalan ikut mewarnai pesta ini.
“Malam ini, adalah puncak aruh baharin dan cukup meriah karena hasil panen tahun ini cukup baik,” ungkap Rusliansyah, toko adat Desa Kapul, tempat penyelenggaraan aruh baharin. Perayaan aruh baharin tahun ini, diselenggarakan secara besar-besaran.
Hal ini terlihat dari jumlah hewan kurban yang disembelih cukup banyak. Tercatat ada lima kerbau (hadangan), sebelas kambing dan dua kuintal ayam disajikan pada pesta adat yang diselenggarakan selama tujuh hari tujuh malam tersebut.
Jika dihitung, aruh baharin menyedot biaya hingga ratusan juta rupiah. Demikian juga dengan tamu undangan yang hadir, baik masyarakat dayak dari berbagai suku hingga muspida setempat mencapai 2.000 orang.
Perwakilan suku-suku dayak dari balai adat provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat pun turut hadir dalam kegiatan ritual kaharingan atau agama leluhur dayak ini. Di Desa Kapul sendiri, penyelenggaraan aruh baharin di bagi dalam tiga kelompok masing-masing kelompok Pak Ayi, Kelompok Pak Cana dan Kelompok Balai.
Tiap-tiap kelompok beranggotakan 25 hingga 30 kepala keluarga. Biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan Aruh Baharin ditanggung oleh setiap anggota kelompok, sesuai kemampuan dan hasil usaha diperoleh. Tidak hanya Desa Kapul, desa-desa lain yang dihuni warga dayak di berbagai daerah Kalsel, juga mempunyai tradisi menyelenggarakan pesta adat seperti ini, dengan waktu berbeda-beda.
Kurnaeni, 40 pembakal Desa Kapul mengungkapkan, Aruh Baharin sebenarnya merupakan tradisi warga penganut Kaharingan. Namun dalam perkembangannya, pesta adat ini melibatkan warga dari berbagai kalangan dan agama lain.
Kegiatan aruh baharin, persiapannya memerlukan waktu cukup lama. Demikian juga dengan ritual adatnya pun dilaksanakan secara berurutan dimulai dari pengambilan dan pembuatan perlengkapan upacara dari janur kelapa (bedadaunan), pemasangan ornamen dan perlengkapan upacara (iwewe), pelaksanaan acara puncak dan pemotongan binatang hadangan, lalu diakhiri dengan pengantaran sesaji ke ladang yang merupakan sumber mata pencaharian utama warga Dayak Halong di Desa Kapul.
Khusus untuk acara puncak aruh baharin ditandai, prosesi mencuci beras di sungai, tari-tarian, ritual yang dilakukan oleh para balian (ahli pengobatan) serta penyembelihan binatang hadangan. Di malam hari, digelar makan bersama warga dan seluruh tamu undangan.
Akhir dari aruh baharian adalah harapan dan doa warga suku dayak agar sang pencipta tetap memberkati dan memberikan hasil panen yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Maret 7, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: