Bencana

Pemadaman Bergilir Picu Bencana Kebakaran

BANJARMASIN, (JK):2006
Bunyi sirene puluhan armada pemadam kebakaran meraung-raung, meminta pengosongan jalan saat melintas ditengah kemacetan ruas jalan di pusat kota Banjarmasin siang itu. Sesaat terlihat asap tebal akibat kebakaran membumbung tinggi, menghitamkan langit kota.
Untuk kesekian kalinya, bencana kebakaran kembali menimpa permukiman padat penduduk di kota berjuluk kota seribu sungai ini. Penyebabnya adalah konsleting listrik dan penggunaan lilin atau lampu teplok oleh masyarakat, karena padamnya aliran listrik PLN.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di kota Banjarmasin ini, kerap terjadi setiap tahunnya. Begitupun dampak kerugian yang sangat besar dialami masyarakat, karena hangusnya rumah-rumah dan harta benda penduduk.
Secara pasti, dalam setahun terjadi dua kali pemadaman listrik oleh PLN dalam waktu lama lebih dari satu bulan terkait proses perbaikan dan pemeliharaan mesin pembangkit berkapasitas 130 Megawaat di PLTU Asam-asam Kabupaten Tanah Laut. Jadwal pemadaman ini, tidak termasuk kerusakan mesin pembangkit secara tiba-tiba, kerusakan pada jaringan transmisi pembangkit penunjang serta masalah pasokan BBM untuk sejumlah PLTD yang juga kerap terjadi.
Akibatnya lebih dari 1/5 waktu dalam setahun, harus dijalani masyarakat Kalsel-Teng dalam kondisi gelap gulita. Siswansyah, Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel, mengatakan ketidak mampuan PLN untuk menyediakan energi listrik yang dibutuhkan masyarakat dan kelangan usaha, menimbulkan kerugian cukup besar diderita masyarakat dan kalangan usaha.
“Masyarakat dan industri kecil, sangat terpukul dengan kondisi seringnya pemadaman aliran listrik ini,” katanya. Namun, ditambahkan Siswansyah, masyarakat tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa pasrah dengan kondisi ini.
Setelah mengalami pemadaman bergilir selama lebih dari satu bulan pada Maret 2006 lalu, pihak PLN wilayah Kalsel-Teng akan kembali melakukan pemadaman bergilir, terkait proses perbaikan dan pemeliharaan (ove haul) rutin mesin pembangkit di PLTU Asam-asam yang dijadwalkan bulan Juli mendatang. Selama proses pemadaman bergilir yang kerap tidak terjadwal secara teratur itu, mengharuskan masyarakat menderita kerugian akibat terganggunya aktifitas dan perekonomian masyarakat.
Lucia (28), pemilik rental komputer dan mesin foto copy di kawasan Kayu Tangi Banjarmasin Utara, mengungkapkan seringnya pemadaman bergilir menyebabkan usahanya tersendat. Begitupula dengan kerugian berupa kerusakan mesin foto copy dan komputer, karena terputusnya aliran listrik secara tiba-tiba. “Celakanya lagi, pemadaman listrik kerap terjadi pada jam-jam sibuk,” katanya. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Maret 11, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: