Lingkungan

Penataan Pertambangan Liar Dengan Holding Company

BANJARMASIN, (JK):2006
Penertiban kegiatan pertambangan tanpa ijin yang marak
di Kalimantan Selatan saat ini, dapat dilakukan
melalui system penataan dengan merangkul penambang
rakyat kedalam holding company. Pemerintah daerah
perlu melakukan pemetaan areal konsesi bagi penambang
rakyat berbentuk wilayah pertambangan rakyat.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertambangan Rakyat
(aspera) Kalsel, Sholihin mengatakan pihaknya sangat
mendukung upaya pemerintah pusat untuk menertibkan
kegiatan pertambangan tanpa ijin (illegal mining) yang
terbukti merugikan negara dan menimbulkan kerusakan
lingkungan. “Aktivitas penambangan liar itu, belum ada
komitmen jelas terhadap manajeman penambangan dan
kelestarian lingkungan, tetapi hanya berorientasi pada
keuntungan pribadi semata,” katanya.
Namun menurut Sholihin,upaya pemberantasan praktek
penambangan liar tidak dapat secara membabi buta,
karena kegiatan penambangan skala kecil itu sangat
terkait dengan kehidupan masyarakat sekitar tambang
dan pengusaha kecil. Yang perlu dilakukan pemerintah
saat ini adalah membentuk holding company atau
perusahaan induk yang menjadi wadah kegiatan
penambangan rakyat, sehingga keberadaan penambang
rakyat menjadi legal.
Selanjutnya pemerintah daerah juga perlu memikirkan
pemetaan wilayah pertambangan khusus pertambangan
skala kecil atau wilayah pertambangan rakyat, dengan
potensi batubara memadai. Minimnya deposit batubara di
lahan-lahan KP milik penambang rakyat, merupakan awal
timbulnya kegiatan penambangan di luar areal KP.
“Kegiatan penambangan itu,memerlukan investasi besar.
Kondisi lahan tambang yang tidak punya deposit
batubara, menjadi alasan penambang melakukan pencurian
batubara di luar KPnya,” katanya. Upaya pemerintah
daerah membentuk perusahaan daerah untuk pengelolaan
tambang, bekerjasama dengan perusahaan pemegang PKP2B,
dimana di dalamnya dilibatkan perusahaan penambang
skala kecil merupakan suatu kebijakan yang memerlukan
dukungan dan pembenahan agar system kemitraan saling
menguntungkan tersebut dapat berjalan lancar.
Saat ini Aspera Kalsel,mempunyai sekitar 160 anggota
perusahaan pertambangan skala kecil dan diakui,
sebagian dari perusahaan pemegang ijin KP tersebut,
terpaksa melakukan penambangan di luar areal KP,
karena minimnya deposit batubara, serta masalah
tumpang tindih lahan dengan lahan konsesi milik
perusahaan tambang skala besar.
–Terpuruk–
Dampak lain yang terjadi pasca gencarnya upaya
kepolisian melakukan pemberantasan illegal mining di
Kalsel adalah terpuruknya perekonomian masyarakat
sekitar tambang. Kota-kota kecil di sekitar wilayah
tambang kini menjadi mati, nyaris tanpa aktifitas,
wargapun yang bergantung dari siklus pertambangan
sebagian kehilangan pekerjaan.
Kondisi ini, terlihat di sepanjang jalur tambang di
wilayah kabupaten Tanah Laut menuju kabupaten Tanah
Bumbu. Tepatnya mulai dari kecamatan Jorong hingga
Sungai Danau, tidak tampak lagi geliat aktifitas warga
yang dinamis. Hotel, tempat hiburan dan
restoran-restoran di sepanjang pinggir jalan wilayah
tambang itu,menjadi sepi.
Di sana sini terlihat tumpukan alat-alat berat dan
armada truk pengangkut batubara parkir di rumah-rumah
penduduk atau base camp pekerja tambang. Demikian juga
dengan aktifitas di lokasi tambang dan lokasi
penumpukan hasil tambang (stokfile) yang sebagian
besar berada tidak jauh dari pinggir jalan juga
terhenti. Kondisi ini sudah berlangsung,lebih dari
satu bulan.
Puluhan pelabuhan khusus yang sebelumnya, bisa
memberangkatkan bertongkang-tongkang batubara sehari,
kini tidak lebih dari satu dua tongkang perpekan.
Harjo,salah seorang pengawas di pelabuhan khusus di
Sungai Danau-Kabupaten Tanah Bumbu, mengatakan sejak
gencarnya operasi pemberantasan illegal mining
perusahaan tambang yang menyewa pelabuhan khusus untuk
mengirimkan batubaranya juga berkurang. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Maret 14, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: