Penyimpangan BBM

Ratusan Ton Solar Ilegal Disita Polres Tanah Bumbu

BANJARMASIN, (JK):2005
Wilayah pertambangan di Kalimantan Selatan, sangat
rentan terjadi praktek penyimpangan distribusi bahan
bakar minyak (BBM). Dalam beberapa pekan terakhir,
jajaran Kepolisian Resort Tanah Bumbu berhasil menyita
ratusan ton BBM jenis solar illegal dari sejumlah
lokasi penimbunan BBM.
Kabupaten Tanah Bumbu di Kalsel merupakan salah satu
kabupaten yang memiliki industri pertambangan batubara
terbesar, selain kabupaten lain seperti Tanah Laut,
Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Balangan dan
Tabalong. Tercatat tak kurang dari 197 perusahaan
pertambangan skala besar dan kecil beroperasi di
wilayah Kabupaten pemekaran tersebut.
Booming eksploitasi tambang emas hitam dengan
produksi diperkirakan mencapai 50 Juta metrik ton
pertahun ini, berkonsekwensi terhadap tingginya
kebutuhan BBM jenis solar bagi kegiatan operasional
alat-alat pertambangan, mulai dari lokasi tambang
hingga ke angkutan dan pengapalan hasil tambang.
Tingkat kebutuhan BBM jenis solar untuk kegiatan
pertambangan di Kalsel mencapai 65 persen dari total
kebutuhan BBM solar untuk industri di wilayah Kalsel
dan Kalteng yang dikeluarkan pertamina. Tetapi angka
ini, diperkirakan belum termasuk pertambang skala
kecil yang mengandalkan pasokan BBM di luar jatah
pertamina untuk industri.
Kepala Kepolisian Resor Tanah Bumbu, Ajun Komisaris
Besar (AKB), Ikke Edwin, mengatakan wilayahnya
merupakan wilayah yang rawan terjadi praktek
penyimpangan distribusi BBM ke industri tambang.
“Tingkat kebutuhan BBM untuk indusrtri pertambangan
sangat besar. Hal ini memicu terjadinya penyimpangan,
akibat kondisi kelangkaan BBM saat ini,” katanya.
Menurut Ikke, banyak factor penyebab terjadinya
praktek penyimpangan distribusi BBM ini. Antara lain,
masalah disvaritas harga antara harga solar umum dan
solar untuk industri mempunyai selisih signifikan.
Disamping perusahaan pertambangan skala kecil yang
sejak lama mengandalkan pasokan BBM di luar jatah
pertamina.
Ratusan ton solar disita
Menidak lanjuti komitmen kepolisian dalam
pemberantasan kegiatan pertambangan illegal dan
penyimpangan distribusi BBM, jajaran Polres Tanah
Bumbu dalam beberapa pekan terakhir, berhasil
mengamankan sedikitnya sembilan pangkalan yang
dijadikan lokasi penimbunan BBM secara illegal dengan
jumlah solar illegal berhasil disita mencapai hampir
200 ton.
Hasil operasi terhadap praktek penyimpangan
distribusi BBM yang dilakukan Polres Tanah Bumbu ini,
merupakan hasil operasi terbesar jajaran polres di
Kalsel. Sementara total hasil operasi Polda Kalsel
dari sejumlah Polres, mencapai lebih dari 300 ton
solar illegal.
Sedikitnya sembilan pangkalan yang dijadikan tempat
penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dan dua kapal
pengangkut solar illegal, berhasil disita jajaran
Polres Tanah Bumbu. Dari sembilan tempat penimbunan
dan dua
kapal ini, petugas menyita sebanyak lebih dari 187 ton
solar yang sedianya akan dipasok ke industri
pertambangan.
Lima lokasi penimbunan BBM solar ilegal di antaranya
berada di Kecamatan Batulicin. Dari lima lokasi
penimbunan ini, petugas menyita sebanyak 66.200 liter
solar, tujuh
unit truk tanki, satu truk, empat tandon minyak dan
menahan lima pemilik pangkalan penimbunan.
Para tersangka pelaku penimbunan solar juga terpaksa
harus berurusan dengan polisi, masing-masing Hairuddin
(34) pemilik pangkalan di Desa Api-api Kecamatan Kusan
Hilir, Usman (30) pemilik pangkalan di Desa Sei Kecil
Kecamatan Batulicin, Anwar (26) pemilik pangkalan di
Desa Sei Dua Kecamatan Batulicin, Sabarudin (35)
pemilik pangkalan di Desa Sei Kecil Kecamatan
Batulicin dan Yahya (45) pemilik
pangkalan di Desa Sei Kecil Kecamatan Batulicin.
Sedangkan empat lokasi penimbunan BBM illegal yang
berhasil disita Polres Tanah Bumbu berada di wilayah
Kecamatan Kusan Hilir (pagatan). Dari empat lokasi
penimbunan itu, petugas berhasil menyita sebanyak
76.100 liter solar dan 4.000 liter minyak tanah, satu
truk tanki berkapasitas 5.000 liter dan sejumlah
tangki penampungan minyak.
Empat pemilik pangkalan penimbunan yang
menjadi tersangka juga telah diperiksa petugas, yaitu
Hariruddin pemilik pangkalan di Desa Mudalang,
Hardiansyah pemilik pangkalan di Desa Elok, Rahmat
pemilik pangkalan di Desa Muara Ujung dan Muhammad
Akil pemlik pangkalan di Desa
Mudalang.
Selain lokasi penimbunan, Polres Tanah Bumbu dalam
operasi pemberantasan penyimpangan BBM ini, juga
menahan sebuah kapal kayu (tiung) pengangkut 10.000
liter solar kapal LCT Widuri yang memuat sebanyak 35
ton solar ilegal saat melintas di perairan Batulicin,
dalam operasi bersama Ditpolair Polda Kalsel.
Hingga kini puluhan truk tangki dan tandon bermuatan
solar illegal, masih diamankan di markas Polres Tanah
Bumbu Kalsel, untuk proses lebih lanjut. Lebih jauh
dikatakan Ikke, pihaknya akan terus melakukan operasi
pemberantasan praktek penyimpangan distribusi BBM di
wilayahnya.
Melalui operasi penyimpangan distribusi BBM ini,
diharapkan akan mematikan kegiatan pertambangan
batubara illegal, sesuai kebijakan pemerintah yang
menetapkan Tanah Bumbu menjadi pilot project
pemberantasan pertambangan tanpa ijin di tanah air.
(Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Maret 14, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: