Ekonomi Rakyat

Mendulang Rezeki dari Getah Pohon Nyatu

JK, (2009)

Pusat perbelanjaan souvenir khas Kalimantan di komplek pertokoan batu permata Cahaya Bumi Selamat, Kota Martapura ibukota Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan, tampak ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun manca negara. Selain batu permata, kerajinan khas suku dayak yang terbuat dari getah pohon Nyatu cukup menarik perhatian wisatawan. Antonius,35, seorang pelancong asal Bandung, tidak dapat menepis kekagumannya saat melihat aneka kerajinan khas suku Dayak berbentuk miniatur rumah adat dayak, orang-orangan, perajurit, telabang (perisai), senjata serta perahu tradisional. “Ini terbuat dari apa pak,” tanya Antonius kepada penjaga toko. “Itu terbuat dari getah pohon nyatu yang berasal dari Kalimantan Tengah,” ucap sang penjaga toko seraya menceritakan rangkaian proses pembuatan kerajinan tersebut. Tidak hanya Antonius, beberapa teman satu rombongannya pun ikut nimbrung mendengarkan. Kerajinan getah nyatu banyak diproduksi di Desa Dahirang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, perbatasan Kalsel berjarak 45 kilometer dari Banjarmasin. Kerajinan getah Nyatu banyak dijual di pusat penjualan souvenir di Kota Banjarmasin dan kota Intan Martapura, Kalsel selain Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur. Bahkan banyak pula dijual hingga ke luar Kalimantan seperti Surabaya , Jakarta dan Bali. Tidak jarang pula, kerajinan khas getah nyatu dibawa dalam kegiatan pameran di luar Kalimantan hingga luar negeri. Harga souvenir getah nyatu berupa gantungan kunci dijual seharga Rp 1.500 hingga Rp 1.750 perbiji, sedangan untuk souvenir perahu ditawarkan Rp100.000 hingga Rp 150.000 perbuah. Keunikan bentuk kerajinan ini, menjadi daya tarik bagi para pelancong untuk membeli. Kesulitan Bahan Baku Desa Dahirang di Kecamatan Kapuas Hilir, Kapuas merupakan kampung pembuat kerajinan khas getah Nyatu. Mayoritas penduduk yang berjumlah sekitar 25 keluarga itu, berprofesi dan mengandalkan penghasilan sebagai pembuat kerajinan getah nyatu. Kerajinan getah nyatu, terbuat dari getah pohon nyatu yang banyak tumbuh di kawasan hutan Kalimantan. Getahnya yang khas menyebabkan para pengrajin saat ini mulai kesulitan mendapatkan bahan baku, menyusul semakin berkurangnya pohon nyatu di hutan. Selain diambil getahnya untuk kerajinan, pohon nyatu merupakan bahan baku industri perkayuan dengan nilai ekonomi tinggi. Proses pembuatan kerajinan getah nyatu menjadi berbagai bentuk miniature khas suku dayak, dibuat secara tradisional dengan peralatan sederhana, seperti botol kaca untuk membuat lempengan karet, sendok membuat pola lengkung, pisau dan gunting. Getah pohon nyatu di masak dengan menggunakan wajan agar tetap cair dan memudahkan proses membentuk aneka kerajinan. Seluruh proses pembuatan kerajinan, dilakukan secara manual dengan tangan. Para pengrajin umumnya adalah warga asli suku dayak, tetapi adapula warga suku lain yang mempunyai hubungan kekerabatan dengan suku dayak. Tinga K Jaffar, pria asli suku dayak berusia 74 tahun yang menggeluti usaha mengumpulkan getah pohon nyatu hampir setengah abad ini, merasa perihatin menyusul sulitnya mendapatkan bahan baku kerajinan ngetah nyatu. Menurutnya kondisi ini disebabkan makin maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Tengah. “Bahan baku kerajinan karet nyatu ini tidak bisa digantikan dengan getah alam lainnya,” tuturnya. Dulu, kebutuhan getah untuk industri rumah tangga kerajinan di Desa Dahirang mampu disediakan hingga 700 kilogram, tetapi lambat laun semakin berkurang. Kini Tingga K Jaffar hanya mampu menyediakan separuhnya. Kendala penyediaan bahan baku ini cukup mengkhawatirkan, padalah di satu sisi pemasaran hasil kerajinan getah nyatu cukup menjanjikan. Sebagai contoh omset penjualan hasil kerajinan ngetah nyatu Toko Souvenir Antik di pinggiran Sungai Kapuas, mencapai Rp50juta/bulan. Dengan omset yang bagus, puluhan keluarga pengrajin kerajinan khas suku dayak dari getah nyatu, mampu bertahan di tengah kondisi krisis ekonomi seperti sekarang ini. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada April 1, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: