Obat Tradisional

Minyak Bulus, Lotion Kecantikan Puteri Banjar

Jk, (2009)
Sejak dulu, minyak bulus atau dalam bahasa banjarnya disebut minyak bidawang dikenal sebagai lotion perawatan kecantikan puteri-puteri (galuh) Banjar.
Minyak bulus banyak dijumpai di Pecinan (kampung china) yang terletak di sudut Kota Banjarmasin. Minyak bulus dijual dalam kemasan botol-botol berukuran kecil dan sedang di depan rumah-rumah warga Banjar keturunan Thionghoa.
Pecinan di Banjarmasin, memang dikenal sebagai kawasan pusat jual beli, aneka satwa liar mulai dari ular, biawak, kura-kura, termasuk binatang langka yang diperjual belikan secara sembunyi-sembunyi. Dan minyak bulus, merupakan produk hasil pengolahan lemak daging bulus (labi-labi).
Habitat bulus banyak terdapat di rawa-rawa pedalaman Kalimantan. Para pedagang mendapatkan binatang bulus yang biasanya dijual warga dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan provinsi tetangga, Kalimantan Tengah. Untuk satu kilogram binatang bulus dihargai Rp 40.000.
Bulus merupakan salah satu golongan reptilia dan sumber daya ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber gizi, maupun obat. Daging dan cangkang bulus atau Fikon banyak diminati warga dan tersaji di restoran-restoran dengan harga mahal.
Binatang bulus yang sudah dibedah, dipisahkan antara cangkang, daging dan lemaknya. Melalui proses sederhana dengan memanaskan lemak bulus di bawah terik matahari selama sepekan, akan diperoleh minyak bulus murni berwarna kekuningan. Namun kini, tidak jarang minyak bulus yang dijual telah dicampur dengan bahan sejenis minyak goreng, sehingga minyak diperoleh lebih banyak.
Untuk mendapatkan satu liter minyak bulus, dibutuhkan lemak bulus delapan sampai sepuluh kilo. Minyak bulus yang asli berbau amis menyegat.
Setiap hari, banyak penduduk lokal hingga pelancong datang ke kawasan ini untuk membeli minyak bulus. “Minyak bulus banyak diminati kaum wanita terutama untuk kecantikan wajah,” ungkap Iwan,45, salah seorang penjual minyak bulus.
Di kawasan ini, para pelancong dapat membeli minyak bulus dengan harga cukup terjangkau. Rp 15.000 untuk minyak dalam botol ukuran kecil hingga Rp 40.000 dalam botol ukuran sedang. Namun banyak pedagang dari pulau Jawa datang, membeli dalam jumlah banyak pada periode-periode tertentu.
Minyak dari kura-kura air tawar (Trionychoidea) ini, sejak jaman kerajaan dulu dipercaya memiliki khasiat membersihkan plek-plek, jerawat serta alergi kulit wajah. Sebagian besar kaum perempuan (galuh) suku banjar, menggunakan minyak bulus untuk merawat kecantikan.
Tidak hanya warga lokal, khasiat minyak bulus dikenal luas hingga daerah lain di tanah air, bahkan hingga ke negeri China.

Perburuan Besar-besaran
Kandungan gizi dan khasiatnya sebagai obat, membuat bulus menjadi komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Permintaan akan daging bulus terus meningkat, baik untuk pasar dalam negeri hingga manca negara.
Kondisi ini, membuat perburuan bulus untuk diperjual belikan dilakukan besar-besaran. Hampir setiap hari, ratusan ekor bulus hasil tangkapan warga dari berbagai daerah, dijual ke kawasan Pecinan. “Selain menjual daging dan minyak, kami juga mengirim binatang bulus dalam keadaan hidup ke luar negeri (China),” kata Acun,50 pedagang bulus lainnya.
Tidak ada budidaya bulus di Kalsel, sehingga sumber utama penyediaan bulus diambil dari alam liar. Umumnya warga mendapatkan bulus melalui cara memancing, dengan umpan berupa udang, ikan kecil dan siput.
Perburuan bulus dilakukan pada malam hari, di sepanjang sungai dan rawa-rawa. Berburu bulus, sudah menjadi mata pencaharian sebagian warga pedalaman, karena hasilnya cukup lumayan.
Ekspor bulus ke manca negara terutama, negara asia seperti Singapura, Hongkong, China dan Jepang dari Kalsel mencapai ratusan ton pertahun. Belakangan pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam, telah membatasi perdagangan bulus ke luar negeri. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada April 3, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: