Pencemaran

Minamata Jilid II Mengancam

JK, (2009)
Sejak beberapa waktu terakhir, aktifitas warga yang bermukim di sepanjang pinggiran sungai Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terganggu menyusul semakin keruhnya kondisi air sungai.
Namun warga tidak punya pilihan lain, air berwarna kecoklatan itu terpaksa dimanfaatkan untuk aneka kepentingan mulai dari mandi, mencuci, kakus bahkan di airnya diambil untuk keperluan memasak dan minum warga. Seperti hari-hari sebelumnya dan secara turun temurun, Badrun,40 bersama keluarga memanfaatkan air sungai yang mengalir di belakang rumahnya.
Rumah kayunya berbentuk panggung dengan tiang dari kayu Ulin dibangun persis di bantaran sungai. Hal ini bertujuan untuk memudahkan mengambil air sungai bagi keperluan sehari-hari.
Hidup di sepanjang pinggiran sungai ini, sudah menjadi budaya masyarakat suku banjar dan suku dayak di Kalimantan. Sungai merupakan urat nadi kehidupan sebagian besar masyarakat sejak dulu kala. Sungai menjadi tempat mencari nafkah, transportasi hingga dikonsumsi.
Sungai yang berhulu pada Sungai Riam Kiwa, sub daerah aliran sungai (DAS) Barito itu dimanfaatkan ratusan ribu keluarga, baik secara langsung maupun setelah diolah perusahaan daerah air minum. Namun siapa sangka, air sungai sumber kehidupan masyarakat di Kalsel ini, terbukti telah tercemar berbagai unsur logam berat.
Bahkan, tragedi minamata seperti yang terjadi di Teluk Buyat mengancam Kalsel. “Jika dibiarkan tanpa ada komitmen serius untuk menanggulanginya, bukan tidak mungkin kasus minamata kembali terjadi,” ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kalsel, Rachmadi Kurdi.
Berdasarkan hasil penelitian Balai Riset dan Standardisasi Industri terhadap air sungai di sejumlah titik menyebutkan kondisi air sungai DAS Barito tercemar. Termasuk sungai Riam Kiwa serta lokasi sekitar Intake PDAM Sungai Tabuk dan jembatan Lok Baintan.
Kondisi air sungai mempunyai tingkat kekeruhan tinggi, total suspended solid (TSS) mencapai 182-567 mg/l jauh diatas standard 50 mg/l. Kadar DO mencapai 5 mg/l dengan standard -6 mg/l. Kemudian kandungan BOD dan COD hingga 400 persen lebih tinggi dari ambang batas.
Demikian juga dengan pencemaran bakteri EColli sebagai dampak budaya hidup di pinggiran sungai, tercatat 16 kali lebih tinggi dari ambang batas 100 mg/l. Bahkan yang cukup mencengangkan, hasil penelitian menunjukkan tingginya kandungan logam berat seperti Besi (Fe) mencapai 0,626 mg/l, Merkuri (Hg) mencapai 5,518 mg/l sedangkan ambang batas ditetapkan masing-masing 0 mg/l.
Juga ditemukan adanya kandungan logam berat berbahaya lainnya yaitu Arsen (As), justru pada intake milik PDAM yang pada akhirnya akan dikonsumsi 90 persen warga Kota Banjarmasin. Tercatat kandungan Arsen mencapai 0,238 mg/l jauh diatas ambang batas 0,008 mg/l.
“Ini merupakan peringatan bagi semua pihak, jika tidak ditanggulangi dampaknya akan dirasakan beberapa puluh tahun mendatang,” tuturnya. Pencemaran logam berat ini, akan berdampak pada kesehatan manusia setelah sekian lama. Logam berat Merkuri dan Arsen, disinyalir merupakan sebuah mesin pembunuh.
Belakangan berbagai pihak menuding, kondisi kerusakan kawasan hutan dan maraknya aktifitas pertambangan batubara dan emas di bagian hulu sungai, menjadi penyebab terjadinya pencemaran. Eko Kuncoro, Kepala Balai Pengelolaan DAS, beberapa waktu lalu menyebutkan kondisi DAS mengalami kerusakan serius akibat berbagai factor termasuk aspek social ekonomi masyarakat yang memicu terjadinya kerusakan lahan DAS.
Meski kondisi pencemaran sungai dan air baku PDAM sudah sampai taraf mengkhawatirkan, pihak PDAM mengklaim pemanfaatan air hasil olahan mereka masih aman dikonsumsi warga. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada April 10, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: