Warga Pesisir

Kedai Pesisir, Supermarket Kaum Pesisir

JK, (2009):
Pagi itu, kesibukan mulai terlihat disebuah toko yang terletak di tepi sungai Bakambat, Desa Bakambat sebuah perkampungan nelayan di pesisir Kecamatan Alauh-aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Beberapa orang kaum ibu sedang berbincang menanyakan harga sejumlah kebutuhan pokok kepada salah seorang penjaga. Beberapa orang kaum pria sibuk memilih-milih peralatan menangkap ikan yang juga tersedia di toko tersebut.
Kedai Pesisir, sebutan untuk toko yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok warga termasuk aneka peralatan nelayan tersebut. Mulai dari sabun mandi, sembako hingga baling-baling perahu (klotok) dan jarring penangkap ikan tersedia di sini.
“Harga barang kebutuhan nelayan dijual dengan harga murah, bahkan bisa hutang,” ungkap Bahrani Karim, pembekal atau Kepala Desa Bakambat, Aluh-aluh dengan gembira. Menurut penilaiannya kehadiran kedai pesisir ini, sangat membantu warganya yang mayoritas adalah nelayan kecil.
Kedai berukuran 6×10 meter itu, dibangun tepat di tepi sungai pada ujung desa agar penduduk desa sekitar dapat dengan mudah mengakses kedai ini. Selama ini, kebutuhan warga didatangkan dari Banjarmasin .
Desa Bakambat, merupakan satu dari 19 desa yang ada di Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar. Wilayah ini termasuk daerah terpencil karena berada di wilayah paling luar Kalsel dan berhadapan langsung dengan laut Jawa.
Terpencilnya letak geografis desa, membuat 1.435 penduduk desa hidup dalam keterisolasian. Desa pesisir ini lebih mudah dijangkau melalui jalan sungai menggunakan perahu motor kurang lebih dua jam dari Banjarmasin .
Sedangkan akses jalan darat yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat, belum menjangkau Desa Bakambat dan terputus sampai di pusat kecamatan Aluh-aluh. Karenanya hampir tidak ada warga desa yang memiliki kendaraan dan kalaupun ada terpaksa dititipkan di desa tetangga.
Jukung dan klotok adalah alat transportasi utama warga untuk bepergian mengunjungi desa tetangga dan ke ibukota provinsi guna membeli aneka kebutuhan pokok warga. Hampir seluruh warga Desa Bakambat berprofesi sebagai nelayan.

Program peningkatan kesejahteraan nelayan
Kedai pesisir atau layaknya supermarket kaum pesisir ini, merupakan bagian program pemerintah pusat melalui Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, untuk membantu masyarakat pesisir dalam penyediaan aneka jenis barang kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan melaut bagi nelayan dengan harga relatif murah.
”Yang terpenting dari program ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata DR Ir Isra, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel. Diakuinya, sebagian besar warga nelayan yang bermukim di sejumlah pesisir Kalsel masih hidup dalam kemiskinan.
Padahal potensi di sektor perikanan dan kelautan Kalsel boleh dibilang sangat menjanjikan bila digarap secara maksimal, dengan sentuhan tehnologi canggih. Karena itu pemerintah terus berupaya meningkatkan taraf hidup lebih 350 ribu warga pesisir yang tersebar di sejumlah wilayah Kalsel.
Kalsel memiliki luasan areal tangkapan ikan di laut yang mencapai 120.000 km dengan panjang garis pantai 1.331 Km. Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel, produksi penangkapan ikan di laut tahun 2006 mencapai 121.494 ton yang berasal dari kawasan perairan Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar, Batola dan Kota Banjarmasin.
Angka pencapaian hasil tangkapan ini dinilai masih kecil, dibandingkan potensi yang ada, akibat kendala keterbatasan peralatan tangkap dan teknologi nelayan. Nelayan Kalsel mayoritas tradisional, sehingga masih kalah bersaing dengan nelayan luar asal Jawa dan Sulawesi .
Jumlah perahu penangkap ikan yang dimiliki nelayan lokal berupa perahu tanpa motor 1.363 buah, motor tempel sebanyak 2.027 buah, dan kapal motor ukuran hingga 5 GT 5.307 buah. Kemudian diatas 5-10 GT sebanyak 1.077 buah dan ditambah sedikit kapal penangkap ikan ukuran 10-30 GT.
Hingga kini, Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel, telah mendirikan sejumlah kedai pesisir yang tersebar di berbagai lokasi pesisir seperti di Desa Rampa dan Tanjung Semalantakan, Kabupaten Kotabaru. Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, Sei Lulut, Kota Banjarmasin dan terakhir di Desa Tabat Muara dan Bakambat, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada April 24, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: