Barongsai

Melayu di Bawah Kepala Singa

Irama tetabuhan tamborin dan senar dram, mengiringi atraksi kelompok tradisional China jenis barongsai (singa) dan naga (liong) di depan sebuah toko swalayan Kampung Pecinan, Jalan Veteran, Banjarmasin , Kalimantan Selatan.
Para pekerja swalayan, pengunjung dan masyarakat sekitar dengan seksama menyaksikan atraksi tahunan berkaitan dengan perayaan tahun baru China , Imlek 2561 ini. Atraksi barongsai ini tampil cukup menawan dan menghibur, karena para pemain sangat kompak.
Puncak atraksi kelompok barongsai dari Kelenteng, Tri Dharma, Banjarmasin ini diakhiri dengan loncatan kepala singa memakan sebuah amplop merah segi empat berisi angpao yang tergantung dipintu masuk toko swalayan.
Hari raya imlek merupakan musim panen bagi sepuluh kelompok perkumpulan barongsai yang ada di Banjarmasin . Untuk menjadi pemain barongsai diperlukan ketrampilan khusus dengan latihan hingga berbulan-bulan bahkan tahunan.
Namun tidak banyak yang tahu jika sebagian besar pemain barongsai adalah warga pribumi atau melayu. Riky,14 adalah salah satunya. Pelajar SMU PGRI Banjarmasin ini, sudah tiga tahun tergabung dalam kelompok barongsai kelenteng Tri Dharma.
“Tidak ada larangan bagi kaum pribumi untuk masuk dalam kelompok barongsai,” tutur Riky yang mengaku keterlibatannya dalam kelompok barongsai ini, atas ajakan teman sekolahnya warga tionghoa. Setelah menjalani latihan serius oleh instruktur dari kelenteng Surabaya , kini Riky dipercaya berada di bawah kepala singa.
Besarnya honor dari setiap penampilan, menjadi salah satu alasan banyaknya warga pribumi menggeluti profesi sebagai pemain barongsai. Selama perayaan imlek hingga cap gomeh selama 15 hari, hampir setiap hari kelompok barongsai mendapat job.
Bahkan dalam sehari satu kelompok barongsai bisa tampil dua sampai tiga kali. Bayaran kelompok barongsai untuk tampil penuh lengkap dengan atraksi naga dan wushu mencapai Rp 3,5 Juta. Sedangkan bayaran untuk atraksi barongsai cukup Rp 1 Juta.
“Setiap hari saya mendapatkan upah Rp 100.000 hingga Rp 200.000,” ucap Riky. Uang sebanyak itu bagi Riky, lumayan besar sehingga cukup untuk membiayai keperluan sekolah dan kebutuhan anak remaja seusianya.
Mugni,35 salah seorang pemain barongsai lainnya mengaku dengan menjadi pemain barongsai dirinya mampu memberi nafkah keluarganya, disamping pekerjaan utamanya sebagai tukang ojek.

Penghargaan untuk Gus Dur
Perayaan hari raya imlek tahun ini, sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya, perayaan imlek dilangsungkan meriah kini pihak kelenteng dan kelompok barongsai sepakat menggelar perayaan imlek dengan sederhana.
Semua itu merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa mantan Presiden RI , Abdurahman Wahid atau Gus Dur. “Perayaan imlek dilangsungkan sederhana, sebagai bentuk ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya gus dur,” kata Tiono Husin, pimpinan klenteng tri dharma, Banjarmasin .
Gus Dur, dimata masyarakat keturunan adalah tokoh penting, yang mampu membuka interaksi sosial dan agama di tanah air. “Dulu kami sangat sulit untuk beraktifitas dan menjalankan kegiatan agama. Tetapi kini berkat gus dur semua menjadi terbuka, kami merasa sama dengan warga Indonesia lainnya,” terangnya. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: