Car Free Day

Hari Bebas Polusi di Kota Polutan

Jalan-jalan protokol di pusat Kota Banjarmasin, ibukota Kalimantan Selatan pada setiap akhir pekan berubah menjadi lautan manusia. Sejak akhir 2009 lalu, pemerintah kota menerapkan car free day sebuah upaya menjadikan kota polutan tersebut terbebas dari polusi udara.
Menjelang pagi di hari minggu, jalan-jalan protokol seperti R Soeprapto, Lambung Mangkurat dan Jenderal Sudirman tertutup bagi kendaraan bermotor. Kawasan jantung kota seputar mesjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut, dipadati ribuan warga yang datang dari berbagai penjuru kota .
Kawasan itu kini merupakan kawasan favorit warga untuk mengawali hari libur. Tua, muda, anak-anak, remaja hingga orang tua dan kaum manula datang ke lokasi tersebut, untuk berolahraga jogging, senam massal atau sekadar bersantai menikmati pemandangan tepi sungai martapura di pagi hari.
Banyak dari para remaja memanfaatkan kawasan car free day, sebagai lokasi kangen-kangenan sesama teman maupun pacar. Beberapa orang turis asing pun terlihat, asyik menikmati sun rise dari tepi sungai. Tak ketinggalan para pedagang makanan dan minuman turut berburu rezeki.
Berbagai even hiburan yang digelar semakin menambah semarak pagi di jantung kota . “Di kawasan car free day itu, warga dapat dengan leluasa bersantai, berolahraga menikmati pagi tanpa terganggu polusi dari asap kendaraan bermotor,” tutur Yudi Wahyuni, Walikota Banjarmasin .
Kawasan pusat kota seputar mesjid raya Sabilal Muhtadin dan taman mascot (taman PKK) adalah satu-satunya kawasan rindang di Kota Banjarmasin yang ditumbuhi banyak pepohonan peneduh dan merupakan paru-paru kota . Seiring perkembangan jaman, kota berjuluk kota seribu sungai ini menghadapi berbagai permasalahan tata kota .
Jumlah penduduk banjarmasin mencapai hampir 700.000 jiwa, sementara luas wilayahnya hanya 72 Km2 yang dibelah puluhan sungai. Disamping kepadatan penduduk, laju pertumbuhan kendaraan bermotor di kalsel juga fantastis mencapai 14.000 unit setiap bulannya.
Perang diskon dan kemudahan kepemilikan kendaraan yang ditawarkan pihak dealer atau pembiayaan, membuat naluri konsumtif warga tersalurkan.

Pencemaran Udara
Kondisi ini memicu tingginya tingkat pencemaran udara atau polusi. Berdasarkan indeks standar pencemaran udara (Ispu), diketahui kandungan debu (Pm10) terhadap udara berada diatas baku mutu 230 ug/m2 mencapai 600 ug/m2, kandungan karbon monoksida (CO) juga melampaui batas normal 30 mg/m2, serta kandungan timbal (Pb) jauh diatas baku mutu 2.0 mg/m2.
Buruknya udara ibukota Kalsel inilah yang menjadi dasar penerapan kebijakan hari bebas polusi (kendaraan) di banjarmasin .
Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel, Rahmadi Kurdi mengatakan tingkat pencemaran udara sudah sampai taraf mengkhawatirkan dan berbahaya bagi kesehatan. Pencemaran udara ini, ditengarai banyaknya kendaraan yang sudah tidak layak beroperasi dan mengeluarkan asap atau pencemaran.
“Di wilayah permukiman sepanjang jalur angkutan batubara, banyak warga mengalami gangguan kesehatan seperti Ispa dan paru,” tambahnya. Beruntung tingkat pencemaran ini mulai menunjukkan angka penurunan, setelah dikeluarkannya kebijakan larangan truk angkutan batu bara melintas di jalan nasional.
Tanpa angkutan batu bara, kata dia, lalu lintas di Kalsel juga jauh lebih longgar sehingga polusi udara yang ditimbulkan baik dari emisi gas buang maupun debu batu bara jauh berkurang. Tak terkecuali, sisi lain terpuruknya industri perkayuan membuat puluhan cerobong asap industri kayu kini tak lagi mengepul. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: