Ekonomi Rakyat

Pengembangan UKM yang Setengah Hati

Sektor usaha kecil dan menengah, telah terbukti mampu bertahan dan menopang perekonomian tanah air di tengah badai krisis ekonomi berkepanjangan. Namun pengembangan sektor UKM di daerah masih setengah hati.
Even akbar menyambut Hut RI ke 64 dan Provinsi Kalsel ke 59 ditandai dengan digelarnya Kalsel expo 2009 di Banjarmasin. Kegiatan pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan, hasil pembangunan, seni dan budaya daerah ini banyak mendapat sambutan masyarakat.
Ini terbukti dari besarnya jumlah kunjungan masyarakat ke arena pameran mencapai ribuan orang setiap harinya. Pihak penyelenggara pameran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel pun mengklaim kegiatan expo 2009 merupakan terbesar dalam sembilan tahun terakhir.
Kegiatan pameran diikuti 178 stand yang berasal dari 13 kabupaten/kota, dinas dan badan, organisasi, BUMN, perbankan, perusahaan tambang, termasuk keikut sertaan provinsi tetangga. Aneka produk unggulan dari berbagai daerah seperti kerajinan dan kuliner lokal ditampilkan.
Hari pertama penyelenggaraan pameran ditandai dengan pembukaan dan kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur ke sejumlah stand pameran. Gubernur pun harus rela memborong berbagai produk unggulan, terutama dari provinsi lain sebagai tanda penghormatan atas keikut sertaan dalam pameran.
“Lho ini sudah laku terjual ya,” tanya Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin kepada seorang penjaga stand yang menyajikan ukiran dan lukisan kaligrafi dengan harga puluhan juta rupiah. “Iya pak, kan yang beli Bapak (Gubernur),” kata penjaga stand polos, yang disambut senyum pak Gubernur.
Dari ribuan pengunjung pameran yang datang, sebagian besar hanya datang melihat-lihat dan menjadikan pameran sebagai ajang hiburan keluarga. Kunjungan warga lebih terpusat pada pagelaran musik serta permainan anak-anak yang tidak jauh dari lokasi pameran.***

Salah satu kabupaten yang mengikuti Kalsel Expo 2009 adalah Kabupaten Balangan. Kabupaten hasil pemekaran ini, menampilkan aneka produk unggulan yang diproduksi kelompok UKM setempat.
Beberapa produk unggulan yang ditampilkan antara lain, kerajinan anyaman tas rotan, manik-manik, tikar bamban (sejenis purun). Juga kuliner lokal seperti kerupuk, permen, paisan (kue dibungkus daun pisang) yang semuanya terbuat dari labu (waluh). Gula aren dan gaharu yang banyak dibudidayakan warga suku dayak ikutpula dipamerkan.
“Produk-produk inilah yang terus kita kembangkan di daerah,” tutur Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan. Faktanya wilayah ini memang memiliki sumber daya alam berupa pohon aren, gaharu, bahan baku anyaman, serta produksi buah labu melimpah.
Sayangnya kendala klise yaitu permodalan dan ketiadaan pangsa pasar, UKM yang menggeluti produk unggulan lokal ini seperti jalan ditempat. Kegiatan UKM hanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu ketika ada pesanan untuk mengikuti even pameran yang lebih banyak dimotori Pemkab.
Selebihnya para pelaku UKM yang mayoritas kaum ibu, lebih memilih menyadap karet untuk menopang kehidupan keluarganya. Dengan menyadap karet dari pagi hingga sore hari, tiap keluarga mampu memperoleh hasil Rp 100.000-Rp 150.000 perhari.
Dibandingkan, usaha membuat anyaman maupun pengolahan buah labu yang memerlukan modal dan belum tentu laku dijual. Karenanya, pemerintah daerah baru sampai pada tahap pengenalan dan pendidikan keterampilan sampingan kepada warga agar suatu saat mempunyai bekal untuk berusaha.
Tidak hanya di Kabupaten Balangan, permasalahan serupa dihadapi dalam upaya pengembangan UKM berbasis produk unggulan lokal juga terjadi di kabupaten lain di Kalsel. “Pengembangan UKM di daerah selama ini terkendala masalah permodalan dan segmen pasar,” kata Subardjo, Kepala Dinas Perindag Kalsel.
Produk-produk yang dihasilkan UKM Kalsel seperti sasirangan dan kerajinan masih kalah bersaing dengan produk daerah lain terutama Pulau Jawa. Sehingga sangat sulit bagi UKM daerah untuk bersaing dipasar nasional maupun internasional. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: