Facebook

Berawal dari Facebook Berakhir di Kamar Hotel

Sebuah mobil kijang berplat merah parkir di bagian belakang sebuah hotel melati di sudut Kota Banjarmasin, siang itu. Seorang lelaki mudah berpakaian rapi tampak bergegas masuk ke lobi hotel.
“ Ada yang kosong?,” tanya kepada resepsionis hotel. Setelah meneliti daftar tamu hotel beberapa saat, sang resepsionis menjawab, “ Ada tapi tinggal kamar double bed di lantai tiga saja,”.
Tanpa banyak pertimbangan, Herman,38 pegawai negeri sebuah instansi pemerintah Kalimantan Selatan ini, langsung menyetujui pemesanan kamar dan membayar tarif kamar sebesar Rp 250.000.
Sambil berjalan ke kamar hotel di lantai tiga, Herman sempat menelpon seseorang dan berkata, “Hallo say, aku sudah dikamar hotel nih,” katanya pelan seolah tidak mau terdengar rom boy yang berjalan di depannya.
Tidak lama berselang, seorang gadis ABG berambut panjang di cat kemerahan dengan menggunakan celana jeans ketat masuk ke lobi hotel. Devy,15 anak ABG yang masih berstatus pelajar sebuah SMP di Banjarmasin ini terus berjalan masuk ke hotel dengan tetap menggunakan helmnya.
Selang kurang lebih tiga jam, pasangan Herman dan Devy ini turun dari lantai tiga kamar hotel. Herman pun membiarkan Devy keluar hotel duluan setelah sebelumnya memberikan beberapa lembar uang kertas seratus ribu rupiah.
Herman pulang dengan hati gembira. Sambil menyetir mobil dia menelpon teman satu kantornya, “Mantap bro, nih aku sedang jalan pulang,” ucapnya sambil tertawa.
Baik Herman maupun Devy, baru pertama kali bertemu secara langsung. Hubungan keduanya selama beberapa bulan ini, terjalin di dunia maya melalui jejaring sosial Facebook.
Hampir setiap hari, di sela-sela jam kantornya, Herman yang sudah beristri dan beranak dua ini, selalu menyempatkan diri membuka facebook. Herman tidak sendiri, beberapa orang teman kantornya pun mempunyai hoby yang sama yaitu bermain facebook dan surfing situs-situs dewasa.
Dari sebanyak 200 teman yang ada dalam situs pertemanan miliknya, mayoritas adalah kaum hawa dari berbagai latar belakang sosial dan berbagai daerah.
Dari sekadar menjawab halaman dinding beranda facebook, akhirnya Herman menemukan buruannya, profil gadis ABG yang menampilkan banyak gambar menggiurkan. Chat pun dilakukan dan rupanya sang buruan memakan umpan, hingga disepakati pertemuan (copy darat) untuk melampiaskan nafsu.
Bagi Herman, munculnya jejaring sosial pasca demam friedster, memberikan kemudahan bagi dirinya dalam urusan menjalani petualangan cinta. Dalam kurun waktu setahun sejak akun facebooknya aktif dirinya telah menjalani hubungan serius hingga perselingkuhan dengan lima orang wanita.
Salah seorang teman kencan dari facebook Herman adalah perempuan muda asal Kota Bandung bernama Lia. Karenanya setiap ada urusan kantor ke Jakarta , Herman pun menyempatkan diri bertemu Lia dan melakukan petualangan cinta. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: