Industri Speedboat

Industri Speedboat, Berharap Berkah Sungai Barito

“Hallo, Iya pak sudah saya kirim speedboatnya, mungkin besok sampai,” ucap pria setengah baya, lantang setengah berteriak. Bunyi mesin ketam dan ketukan palu, sejumlah pekerja sebuah bengkel pembuatan dan reparasi speedboat yang cukup nyaring mengharuskan Kaspul Anwar, sang pemilik usaha berbicara nyaring saat menjawab panggilan melalui telepon genggamnya.
Siang itu, udara di dalam bengkel terbuka berukuran sedang dengan atap seng itu cukup panas. Namun, enam orang pekerja terlihat sibuk, menyelesaikan pembuatan sejumlah speedboat yang dipesan dari berbagai daerah.
Beberapa pekerja lainnya, asyik membongkar bagian atas speedboat yang rusak dan akan diperbaiki. “Selama sungai masih ada maka saya yakin, usaha ini akan tetap bertahan,” tutur Kaspul yang sudah menggeluti usaha pembuatan dan perbaikan speedboat selama 15 tahun terakhir.
Industri kecil speedboat milik Kaspul ini, adalah satu dari tujuh usaha serupa yang tersebar di tepi sungai di wilayah Kota Banjarmasin. Di era 1980an hingga 2000, industri speedboat cukup ramai karena sungai masih menjadi jalur utama transportasi di wilayah Kalimantan .
Sejumlah daerah hanya dapat ditempuh dengan menggunakan perahu motor atau speedboat. Selain itu, maraknya industri perkayuan (HPH), ikut meramaikan pasar penjualan speedboat.
Waktu itu, permintaan speedboat mencapai belasan buah setiap bulan, bahkan kerap tidak bisa terlayani. Tetapi kini, seiring runtuhnya industri perkayuan dan percepatan pembangunan jalur transportasi darat, permintaan speedboat terus menurun.
“Kini dalam sebulan pemesanan speedboat baru paling banyak dua sampai tiga buah saja perbulan. Kami lebih banyak mendapat pesanan reparasi (perbaikan) saja,” terang Usman yang kerap dipanggil si Boy, seorang pekerja bengkel speedboat dengan pengalaman kerja lebih dari 25 tahun.
Industri speedboat di Banjarmasin ini cukup dikenal di wilayah Kalimantan, bahkan Indonesia bagian timur. Produk speed yang dihasilkan selain untuk memenuhi pesanan kabupaten di kalsel juga, provinsi tetanga Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi , Jawa Timur hingga Papua.
Berbeda dengan industri perahu yang mengandalkan pasokan bahan baku kayu, pembuatan speedboat bertumpuh pada bahan baku serat fiber. Jika perahu memiliki konsumen umumnya warga biasa, maka speedboat lebih banyak kelompok perusahaan, pemerintahan atau orang berpunya, karena harga sebuah speedboat terbilang mahal.
Di sisi lain, perahu atau kapal kayu membutuhkan banyak perawatan serta usia pakai yang terbatas, maka speedboat berbahan fiberglass tahan lama hinga puluhan tahun dan dapat pula direparasi.
Untuk speedboat ukuran kecil dengan panjang 12 feet dijual seharga Rp 15 Juta, sedangkan speedboat ukuran sedang dengan panjang 21 feet mencapai Rp 30 Juta. Harga tersebut belum termasuk mesin kapal atau permintaan interior khusus.

Speedboat Tiruan
Speedboat produksi usaha kecil di Kalimantan Selatan ini tidak memiliki merk atau hak paten. Para pengusaha umumnya meniru model speedboat yang diproduksi di pulau Jawa.
Karenanya harga jual speedboat jauh lebih murah, sehingga terkadang pesanan datang dari provinsi lain termasuk Pulau Jawa hingga Papua. “Pernah ada pesanan 15 buah speedboat dari Jakarta , katanya harga di sini lebih murah tetapi kualitasnya bagus,” ucap Kaspul bangga.
Pembuatan speedboat justru lebih mudah dibandingkan membuat perahu kayu dan hanya memakan waktu satu sampai dua pekan. Bagian pertama adalah merancang bentuk speed sesuai pesanan. “Banyak pemesan menginginkan model speed seperti asli di Jawa atau luar negeri,” ucapnya.
Dengan memasukkan bahan-bahan campuran fiber glass, resin, katalis dan cat sesuai warna pesanan ke dalam cetakan sesuai bentuk kapal maka body speedboat sudah jadi.
Selanjutnya dilakukan penggabungan hasil cetakan berupa bagian bawah dan atas speed. Untuk menguatkan konstruksi body speed, ditambahkan rangka kayu. Pada bagian akhir dipasang asesoris seperti kursi, karpet, kaca speed, pipa stainless dan kemudi mirip stir mobil.
Sebelum dilepas ke konsumen, dilakukan finishing (amplas) dan pengecekan akhir. Akhirnya speedboat produksi warga tepi sungai barito ini siap melayari sungai-sungai dan perairan ke seantero tanah air. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: