Istri Empat

Anekdot Orang Banjar “Haruslah” Beristri Empat

Seorang pria muda dengan pakaian parlente setengah berlari, seiring keluarnya panggilan terakhir dari petugas operator bandara Soekarno Hatta, Cengkareng yang menyebutkan pesawat tujuan Banjarmasin , Kalimantan akan segera diberangkatkan.
Tangan kirinya menarik travel bag, sementara tangan kanannya menenteng sejumlah bingkisan oleh-oleh mulai dari makanan, hingga sepatu dan pakaian untuk istrinya. “Cepat bos, nanti ketinggalan pesawat kita,” ucap seorang temannya yang sejak tadi menunggu di ruang tunggu keberangkatan.
“Ini tadi beli baju untuk istri yang di Banjar,” tutur Anton singkat. Anton, 35 adalah seorang pengusaha muda yang bergerak di bidang pertambangan batubara.
Perusahaan tambang dengan ijin Kuasa Pertambangan (KP) yang beroperasi di Kabupaten Tanah Bumbu, sejak lima tahun terakhir telah menjadikan dirinya seorang pengusaha cukup sukses. Sebagai seorang pengusaha, Anton dihadapkan pada ketatnya jadwal bisnis baik di Kalsel, kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya , bahkan sekali waktu hingga ke Singapura dan Korea .
Kesuksesan memberikannya harta melimpah dan status sosial yang tinggi. Kaya, sukses, muda dan tampan, membuat Anton menjadi salah satu pria idaman wanita. Godaan itu, direspon Anton dengan menjalankan hidup ala metro seksual dan “liur baik” istilah orang banjar bagi seorang yang punya selera tinggi.
Alasan bisnis juga mengharuskan dirinya kadangkala masuk dalam kehidupan glamour dan dunia malam. Untuk melancarkan bisnis, para relasi perlu diservis, termasuk urusan arus bawah.
Akibat tekanan faktor agama, Anton akhirnya memilih menikahi wanita-wanitanya dengan nikah siri atau dikenal nikah bawah tangan. Saat ini Anton mempunyai empat orang istri dan tiga orang anak masih balita yang tempat tinggalnya tersebar di Jakarta, Bandung dan dua di Kalsel.
Nikah siri sendiri bagi masyarakat banjar adalah suatu hal yang biasa. Ada anekdot yang beredar luas hingga ke daerah lain, bahwa orang banjar gemar beristri banyak. Seseorang yang belum naik haji dan punya istri empat, belum bisa disebut orang banjar.
Fakta di masyarakat, kebanyakan orang berpunya termasuk pejabat di Kalsel punya istri lebih dari satu. Punya istri banyak, disatu sisi memberikan kebanggaan karena wujud kejantanan dan keperkasaan pria. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: