Pasar Wadai

Berburu Rezeki di Pasar Wadai Ramadhan

Ramadhan 1430 Hijryah di Kalimantan Selatan ditandai dengan perhelatan Ramadhan Cake Fair atau dalam bahasa Banjar disebut Pasar Wadai. Even tahunan yang menyuguhkan aneka kue (wadai) dan masakan khas Kalsel ini, memberi berkah tersendiri bagi ratusan pedagang musiman di arena pasar wadai.
Hari pertama ramadhan, suasana di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, depan markas Korem 101 Antasari hingga kantor Gubernur Kalsel di tepi sungai Martapura dihadiri penuh sesak warga Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Kawasan ini merupakan arena ramadhan cake fair (pasar wadai) tahunan terbesar di Kalsel.
Menjelang sore ribuan pengunjung datang untuk berbelanja aneka panganan berbuka puasa, sembari jalan-jalan menghabiskan waktu. Hari itu pula, pasar wadai diresmikan Gubernur dan Walikota Banjarmasin. Seremonial acara pembukaan menambah kesan meriah suasana arena pasar wadai.
Ramadhan kali ini, jumlah pedagang pasar wadai lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tercatat ada 165 pedagang yang berjualan dengan menyewa tenda sepanjang kurang lebih 500 meter, ditambah sebanyak 50 pedagang kaki lima serta stand instansi dan perusahaan.
Bagi para pedagang, even pasar wadai merupakan ajang untuk berburu rezeki di bulan penuh berkah ini. Sebagian besar dari mereka adalah pedagang tetap yang setiap tahun ambil bagian dalam pasar wadai.
Sejak tiga hari terakhir, ratusan pedagang mulai sibuk mempersiapkan dan membenahi lokasi dagangan mereka. Tenda-tenda tersusun rapi memanjang di tepi sungai martapura. Di dalamnya berdiri lapak dari kayu, tempat pedagang berjualan.
Pemerintah Kota Banjarmasin selaku pelaksana kegiatan menetapkan harga tebus tenda berukuran panjang dua meter seharga Rp 600.000 perbulan. Sedangkan harga sewa blok emperan ukuran satu meter Rp 250.000.
Harga sewa dinilai tidak terlalu tinggi karena, biasanya pedagang mampu meraup keuntungan cukup besar. “Ya lumayanlah keuntungannya 30 sampai 50 persen perhari,” tutur Supian,45, seorang pedagang makanan selada.
Supian sendiri sudah 10 tahun menjadi pedagang di pasar wadai. Rata-rata perhari dirinya mampu memperoleh hasil hingga Rp 1,5 Juta atau keuntungan Rp 500.000 setelah dikurangi modal.
Musuh utama para pedagang pasar wadai adalah hujan, karena berpengaruh pada jumlah pengunjung, ungkap Ramlah,50 seorang pedagang makanan tradisional banjar, bingka dan kelelepon. Melonjaknya harga bahan pokok akhir-akhir ini, juga memaksa pedagang menaikkan harga jual barang dagangannya.

Wisata Kuliner
Ramadhan cake fair yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade terakhir, telah didesain sedemikian rupa menjadi suatu pusat jajanan dan wisata kuliner di Kalsel. Keberadaan pasar wadai sendiri sebenarnya tersebar di berbagai wilayah kecamatan dan kelurahan di Banjarmasin , maupun 12 kabupaten/kota lain di kalsel.
“Pasar wadai merupakan salah satu agenda tahunan promosi wisata budaya dan kuliner khas kalsel,” kata Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel, Bihman Mulyansyah. Para pengunjung tidak hanya warga Kalsel tetapi juga pendatang dari berbagai daerah, termasuk turis asing.
Pasar wadai menyajikan aneka kue dan masakan tradisional banjar, seperti bingka kentang, putri selat, lapis India, lapis legit, hamparan tatak, kelelepon, kekole, laksa, putu mayang, lamang dan bingka berandam. Juga masakan khas banjar seperti iwak pais, iwak masak habang, pais seluang, gangan waluh, sayur umbut dan itik panggang.
Tidak ketinggalan aneka minuman dan makanan modern lainnya. Wadai dan masakan tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, karena sebagian makanan tersebut hanya muncul saat ramadhan. Pasar wadai mulai diserbu warga ketika sore sekitar pukul 16.00 Wita, bersamaan dengan pedagang menggelar dagangan mereka. Pengunjung mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 Wita dan mulai berkurang menjelang buka puasa. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: