Pendulangan Intan

Si Bule Pun Ikut Mendulang

Intan Kalimantan begitu terkenal hingga ke mancanegara. Tak heran puluhan orang turis asing yang datang berkunjung selalu menyempatkan diri untuk menyaksikan hingga mencoba mendulang intan.
“Wow. I get it, diamond, diamond,” teriak Meriam, seorang turis asal negara Spanyol kepada temannya Joana asal Australia . Beberapa temannya sesama turis bergegas menghampiri menyaksikan batuan berwarna kebiruan yang dipegang Meriam.
Batuan tersebut tak lain adalah batu akik jenis kecubung. Tidak mau kalah, Joana semakin bersemangat menggoyang-goyang alat mendulangnya (dulangan) yang berisi pasir.
Meski dibawah terik sinar matahari siang itu, sebanyak 23 orang turis asing dari berbagai negara diantaranya Spanyol, Australia, Turki, Selandia Baru dan Kanada sangat menikmati aktifitas mendulang di lokasi pendulangan intan Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Beberapa dari mereka begitu asyik mendulangan intan di dalam bak-bak pendulangan berisi air setinggi lutut yang hanya beratap tenda kecil untuk melindungi dari sengatan matahari. Para turis ini adalah pesiar yang singgah dalam rangka perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan Sail Bunaken beberapa waktu lalu. Mereka berharap dapat menemukan sendiri intan, batu permata yang sangat digandrungi di dunia.
Sebagian lagi sibuk menyaksikan dan mengabadikan momen kegiatan pendulangan intan tradisional yang dilakukan puluhan warga sekitar pada lobang-lobang galian dikedalaman belasan meter itu. Kedatangan rombongan turis asing ini, tak urung mendapat perhatian warga sekitar.
Banyak warga termasuk para pendulang yang sengaja beristirahat, untuk menyaksikan bule mendulang. “Ini sebuah pengalaman mengasyikkan, melihat dan ikut mencari intan,” ungkap Meriam.
Kawasan pendulangan intan di Kecamatan Cempaka sangat terkenal dan kini menjadi tempat wisata, berkat penemuan intan sebesar telur ayam atau 166,7 karat yang disebut intan Trisakti pada 1960an. Lokasi pendulangan intan ini berada di sisi tenggara kota Banjarbaru berjarak 40 Km dari Banjarmasin .
Tercatat ada 200 kelompok pendulang yang beroperasi di empat wilayah yaitu Kelurahan Cempaka, Sunngai Tiung, Bangkal dan Palam, dengan jumlah pencari intan mencapai seribu orang. Namun proses pendulangan ini, tidak sekemilau intan, karena belakangan intan semakin sulit didapat dan hanya sekadar peruntungan semata.
Saking sulitnya mendapatkan intan, kini warga lebih mengandalkan mencari pasir dan batu koral yang mudah diperoleh dan sudah pasti ada pembelinya.
Selain mendulang secara tradisional, proses mencari intan juga dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin pompa, kerap disebut tambang rakyat konvensional. Pekerjaan mendulang dimulai dari menembak lobang galian dengan cara menyemprotkan air lewat pipa.
Materi tanah, pasir bercampur bebatuan yang terkikis di dasar lobang, kemudian disedot menggunakan mesin pompa. Selanjutnya dilakukan penyaringan di sebuah anjungan berbentuk menara yang diletakkan di bibir lobang galian. Material hasil saringan itulah, dikumpulkan dalam sebuah kolam dan kemudian dimulailah kegiatan mendulang.
25.000 turis asing
Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata daerah, tidak menyia nyiakan kunjungan puluhan turis mancanegara ini. Mereka berupaya mendampingi dan memandu para turis untuk dapat melihat berbagai obyek wisata, seni dan budaya di Kalsel.
“Kedatangan rombongan kita harapkan dapat membangkitkan dunia pariwisata di Kalsel,” ungkap Sofarina, Kepala Bidang Produksi dan Destinasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel. Dalam program Visit Kalsel Year 2009 ini, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai 25.000 orang atau naik 20 persen dari tahun sebelumnya.
Selain mengunjungi obyek wisata pendulangan intan di Kota Banjarbaru ini, puluhan turis asing ini juga diajak berkunjung ke lokasi penggosokan intan dan pusat perdagangan intan dan batu permata di Kota Martapura. Melihat kegiatan pembuatan batik khas kalsel, sasirangan, berkunjung ke museum, serta obyek wisata lainnya seperti pasar terapung, hingga pagelaran seni budaya daerah Kalsel. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: