Penipuan Haji

Penipuan Berkedok Ibadah Haji

Dengan mata berkaca-kaca, Suniah,50 menceritakan nasibnya di depan tim penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan. Wanita paruh baya warga Kelurahan Kelayan, Banjarmasin ini tampak terpukul atas pengalaman pahit yang dialaminya saat berada di tanah suci.
Saniah datang ke markas POlda Kalsel, bersama Khairuddin,45 sert 11 warga lain dari berbagai daerah di Kalsel, telah menjadi korban penipuan oknum biro perjalanan haji. Bukannya bisa menunaikan ibadah haji, ke 13 warga yang sebelumnya dijanjikan bisa berangkat haji melalui jalur visa wisata atau kerap disebut haji turis malah harus berurusan dengan pihak kepolisian negara arab.
“Kami telah tertipu, niat kami untuk beribadah haji malah dikejar-kejar dan ditangkap polisi di negara Yaman,” ucap Saniah lirih, sembari menutup wajahnya dan memeluk erat tubuh cucunya. Dituturkannya, kisah tragis para calon jemaah haji asal kalsel ini bermula dari keinginan untuk dapat beribadah haji tanpa harus menunggu antrian kuota haji daerah yang mencapai lima sampai enam tahun.
Dan ketika muncul tawaran beribadah haji dengan berbagai kemudahan, meski tanpa melalui procedur resmi warga yang sudah sejak lama berniat menunaikan rukun Islam ke lima ini mengiyakannya. Adalah Iskandar dan Aisyah yang disebut-sebut bertanggung jawab atas kasus penipuan para calon jemaah haji dan diduga merupakan bagian dari sindikat penipuan berkedok ibadah haji.
Para calon jemaah haji yang tak sadar menjadi korban penipuan ini, harus merogoh kocek hingga Rp 35 Juta perorang untuk biaya perjalan haji ditambah biaya lain-lainnya hingga mencapai total Rp 50 Juta.
Pertengahan Oktober 2009 rombongan jemaah haji turis asal Kalsel ini, berangkat dari Banjarmasin ke Jakarta . Sempat selama empat hari berada di Jakarta , baru kemudian diberangkatkan ke Yaman. Di negara Yaman, ke 13 calon jemaah haji itu harus menunggu selama hampir dua pekan, baru meneruskan perjalanan melalui jalan darat ke Arab Saudi.
Bahkan di tengah perjalanan mereka terpaksa bersembunyi di hutan daerah perbatasan Yaman dan Arab Saudi karena ada razia oleh aparat setempat. Setelah 13 hari bersembunyi akhirnya mereka semua tertangkap dan sempat sepekan mendekam di tahanan.
Beruntung berkat bantuan pihak kedutaan Indonesia di Yaman, akhirnya rombongan calon haji korban penipuan ini dibebaskan. Kamis (24/12) ke 13 rombongan haji ini akhirnya tiba di tanah air, setelah lebih tiga bulan terkatung-katung di negeri orang.
Maksud hati ingin menunaikan ibadah haji dengan mudah, malah menjadi korban penipuan. Tim penyidik Polda Kalsel, hingga kini masih melakukan pengembangan kasus dugaan penipuan calon jemaah haji ini.
Ada laporan tentang keterlibatan warga Indonesia di Yaman, bernama Anik Darsanik yang mengaku agen perjalanan haji khusus dengan paspor wisata. Diduga oknum agen perjalanan haji ini telah melarikan diri.

Kuota Haji Terbatas
Menunaikan ibadah haji dengan paspor wisata atau dikenal dengan sebutan haji turis ini, bukanlah sesuatu hal yang baru. Sejak lama sebagian warga Kalsel berangkat ke tanah suci melalui jalur tidak resmi ini, karena alasan lebih murah dan keperluan mencari kerja di negara Arab.
Penyebab lain, banyaknya haji turis dikarenakan tingginya minat warga untuk berhaji, sedangkan kuota haji disediakan pemerintah sangat terbatas. “Saat ini lebih dari 20.000 orang masuk daftar tunggu ibadah haji,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Departeman Agama Kalsel, Fahmi Arief.
Dengan kuota haji pertahunnya hanya 3.500 orang, maka diperlukan waktu lima sampai enam tahun bagi warga untuk berangkat haji. Pemerintah daerah sendiri telah menghimbau agar warga yang sudah berulang kali beribadah haji untuk memberikan kesempatan kepada warga lainnya.
Di Kalsel minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi. Terbatasnya haji regular, membuat biro perjalanan haji untuk ONH Plus dan Umrah laris manis. Diperkirakan setiap tahun tidak kurang dari 7.000 warga berangkat umrah dan ribuan warga lainnya menunaikan ibadah haji dengan ONH Plus.
Tidak ketinggalan juga banyak warga yang memanfaatkan longgarnya kuota haji di daerah lain seperti Kalimantan Tengah maupun Pulau Jawa. Termasuk pula, banyak warga berangkat haji menggunakan visa turis.
(Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: