Penipuan Investasi

Investasi Berujung Penjara

Wajah Fahrunissa tampak berkaca-kaca, ucapannya pun terbata-bata menjawab sejumlah pertanyaan tim penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan. Dirinya mengaku menyesal telah melakukan aksi penipuan berkedok bisnis investasi bernilai ratusan miliar rupiah.
Mengenakan baju khusus tahanan Polda Kalsel berwarna biru, wanita cantik berkulit putih yang menjabat Koordinator Funding Bank Bukopin Banjarmasin ini, mengakui segala aksi penipuan dilakukannya dan siap menanggung resiko hukumnya. “Saya siap Pak, karena memang ini semua salah saya,” tuturnya tertunduk lesu.
Selain Fahrunissa yang menjadi aktor utama penipuan berkedok investasi, polisi juga menangkap dua karyawan Bank Bukopin lainnya masing-masing Jhoni Susanto dan Lela Majemiah. Kedua orang ini adalah kaki tangan atau pencari nasabah calon korban.
Untuk setiap nasabah yang diperoleh keduanya mendapat bagian fee sebesar Rp 10 Juta sampai Rp 20 Juta. Umumnya para korban penipuan adalah nasabah atau calon nasabah yang akan menyimpan uangnya di Bank Bukopin.
Namun pihak bank tempat ketiga bekerja, melalui kuasa hukumnya Masdari Tasmin menyatakan aksi penipuan tersebut tidak ada kaitannya dengan bank. Karena transaksi perjanjian bisnis dilakukan atas nama pribadi dan terjadi di luar.
Investasi atau penggalangan dana masyarakat ini, telah berlangsung sejak 2006 lalu. Para korban diiming-imingi bunga tinggi 10 persen sampai 15 persen, dengan masa jatuh tempo seminggu, dua minggu dan satu bulan. Dana masyarakat ini disebutkan digulirkan dalam berbagai usaha seperti proyek pengadaan barang dan jasa, pengadaan sembako serta bisnis lainnya.
Karena besarnya bunga investasi inilah dalam kurun waktu tiga tahun tersangka berhasil menggaet tidak kurang dari 79 orang nasabah, dengan investasi mulai dari Rp 100 Juta hingga Rp 40 Miliar perorang. Bahkan beberapa korban adalah orang penting, termasuk salah seorang kerabat cendana.
Menurut catatan Polda berdasarkan pengakuan tersangka, jumlah nasabah yang menjadi korban sebanyak 42 orang dengan total investasi sebesar Rp 78 Miliar. Tetapi menurut Edwin Tista, pengacara salah seorang korban mengaku mempunyai catatan lengkap, dimana jumlah korban mencapai 79 orang dan uang yang diinvestasikan kepada pelaku sebanyak Rp 200 Miliar lebih.

Bisnis Gali Lobang Tutup Lobang
Aksi penipuan berkedok investasi dan penggalangan dana masyarakat ini, tidak lain adalah bentuk dari bisnis gali lobang tutup lobang. “Itu bisnis akal-akalan saja, uang masyarakat diputar untuk membayar kewajiban bunga nasabah,” ungkap Komisaris Besar Mahfud Effendi, Direktur Reserse dan Kriminal Polda Kalsel.
Aksi penipuan ini mengingatkan pada aksi penipuan serupa dengan modus investasi bisnis voucher telpon seluler yang menghebohkan pada 2004 lalu. Meski jaringan penipuan berhasil ditangkap, tetapi jumlah kerugian masyarakat mencapai ratusan miliar rupiah.
Pada awalnya bisnis ini berjalan lancar, pelaku dapat membayar fee nasabah secara lancar. Bahkan beberapa nasabah sudah mendapatkan pengembalian (keuntungan) hingga dua kali dana investasinya. Lama kelamaan, akibat semakin banyaknya nasabah dan kewajiban membayar bunga, akhirnya investasi miliaran rupiah ini ludes tak berbekas.
Tersangka sendiri mengaku hanya menikmati uang hasil penipuannya tidak lebih beberapa ratus juta rupiah yang digunakan untuk membeli rumah, mobil, kendaraan, laptop dan handphone saja. Akibat meledaknya kasus ini, semua hartanya habis disita nasabah. Sementara keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya untuk menghindari teror.
Kini bisnis investasi tersebut menyeret para tersangka dengan pasal penipuan dan penggelapan, 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Di luar bisnis serupa dengan investasi lebih besar masih berlangsung dan sekarang sedang kita awasi,” kata Mahfud, sembari meminta masyarakat untuk berhati-hati. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: