Taman Maskot

Rusak Wajah Kota Taman Maskot Dipindah

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan akhirnya memindahkan kebun binatang atau yang dikenal dengan sebutan taman maskot ke lokasi pinggiran kota karena dinilai merusak wajah kota .
Kebun binatang mini tersebut kini berpindah dari lokasi pusat kota Jalan Djok Mentaya ke lokasi baru pinggiran kota Jalan Jahri Saleh, Sultan Adam berdekatan dengan permukiman warga. Sedangkan taman maskot yang lama dengan ciri khas patung hewan langka kera hidung panjang bekantan dijadikan lokasi taman kota .
Disebut mini, karena koleksi binatangnya sangat sedikit jika dibandingkan kebun binatang di daerah lain seperti Taman Safari Jakarta, Kebun Raya Bogor ataupun Gembira Loka, Yogyakarta . Demikian juga luas areal kebun binatang kurang dari satu hektar.
Bahkan pemerintah kota sendiri tidak memberi nama khusus bagi kebun binatang melainkan taman agro wisata banjar bungas, Banjarmasin yang dikelola Tim Penggerak PKK setempat. “Dalam waktu dekat kita akan melakukan perluasan taman wisata PKK itu,” tutur Emmy Mariani, Ketua Tim Penggerak PKK Banjarmasin.
Banyak orang yang tidak mengetahui jika di Banjarmasin , ibukota Kalsel memiliki kebun binatang, karena lokasinya yang terpencil. Keberadaan kebun binatang hanya sebatas pelengkap, sehingga terlihat memprihatinkan.
Tarif masuk kebun binatang sebesar Rp 5.000 perorang, semakin membuat warga enggan untuk masuk ke lokasi kebun binatang. Jumlah pengunjung kebun binatang Banjarmasin rata-rata perharinya tidak lebih dari 10 orang sampai 20 orang saja.
Karena itu, keberadaan kebun binatang justru menjadi beban bagi anggaran pemerintah daerah yang berdampak pada tidak terkelolanya kebun binatang dengan baik. “Jangankan untuk menambah PAD, untuk membayar honor petugas kebun binatangpun tidak mencukupi jika mengandalkan tiket masuk,” tambahnya.
Kebun binatang mini ini, menghadirkan koleksi satwa khas kalimantan diantaranya orang utan, beruang madu, burung enggang, bekantan dan binatang lain seperti unta, buaya, ular, burung dan lainnya. Selain binatang, terdapat pula berbagai jenis tanaman khas anggrek Kalimantan .
Pihak pemerintah kota , melalui Dinas Pertanian dan Peternakan setempat berencana melakukan rehabilitasi taman agro wisata banjar bungas pada 2010 ini dengan anggaran mencapai Rp 417 Juta. Selain menambah luas areal kebun binatang, juga akan dibangun berbagai fasilitas penunjang, terutama sarana bermain bagi keluarga, sehingga diharapkan mampu menarik minat warga untuk berkunjung. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: