Maestro Lagu Banjar

Kolonel itu Seorang Maestro
 
“Kotabaru gunungnya bamega, bamega ombak manampur di sala karang, ombak manampur di sala karang. Batamu lawanlah adinda, adinda iman di dada rasa malayang, iman di dada rasa malayang”. Lantunan lagu berbahasa banjar berjudul Paris Barantai tersebut, mengalun lembut dari sebuah rumah sederhana di kawasan permukiman padat penduduk Gang Amalia, Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin .
     Rumah sederhana yang tertata cukup rapih itu, pintunya dibiarkan saja terbuka untuk mempermudah sirkulasi udara dan seakan menunjukkan keramahan penghuninya. Di ruang tengah dalam rumah, seorang pria tua duduk bersantai sambil tiduran mendengarkan lagu daerah paris barantai.
     Dia adalah Anang Ardiansyah, seorang seniman maestro lagu-lagu daerah banjar yang merupakan pencipta lagu berjudul paris barantai tersebut. Lagu ini menjadi ikon lagu daerah Kalimantan Selatan yang cukup dikenal di tanah air.
     Di usianya yang sudah senja, 72 tahun, kesehatan Anang juga tidak sebugar dulu lagi. Sakit karena faktor usia sudah kerap menyerang. Untuk berjalanpun dirinya harus menggunakan tongkat. Namun semangat hidup dan berkeseniannya sangat tinggi.
     Maklum Anang adalah mantan prajurit TNI dengan pangkat Kolonel saat pensiun. Saat ini Anang tinggal di rumah sederhananya hanya berdua ditemani isteri ke duanya, Noorhayati yang dengan setia melayaninya.
     “Hingga sekarang ini saya masih menciptakan beberapa buah lagu, meski tidak segiat saat masih muda dulu,” tutur Anang, sambil meminum teh hangat yang diseduhkan sang istri. Anang juga menunjukkan berbagai syair lagu ciptaannya, penghargaan diraihnya termasuk foto-foto dirinya bersama para seniman dan pejabat penting yang terpajang rapih di dinding rumahnya. Juga sebuah gitar tua kesayangannya.
    
Lebih 100 Lagu Tercipta
Selain lagu berbahasa banjar berjudul Paris Barantai, lagu lain yang cukup popular ciptaan Anang adalah Pangeran Suryanata. Kedua lagu ini sangat popular dan identik dengan Kalsel. Adapula lagu ampar-ampar pisang yang tak kalah popular, ciptaan Hamidan AC.
     Setelah 60 tahun berkiprah, tercatat lebih dari 100 buah lagu telah tercipta, termasuk lagu-lagu ditulis ketika dirinya masih aktif bertugas di ketentaraan. Dan hampir separuh lagu ciptaannya cukup terkenal diantaranya Kambang Goyang, Pangeran Suryanata, Nasib Pambatangan, Kakamban Habang serta Sanja Kuning.
     “Sebagian besar lagu telah direkam dalam bentuk album,” tuturnya. Sejak remaja Anang sudah aktif mencipta lagu dan sempat mendapat penghargaan bidang musik, Bintang Langgam pada 1954.
     Bahkan ketika merantau ke Pulau Jawa untuk bersekolah, Anang pun tetap aktif berkesenian dengan bergabung dengan sebuah Orkes Melayu Rindang Banua, pimpinan dokter Sarkawi. Orkes ini merupakan kumpulan pemuda Kalimantan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kalimantan.
     Pada masa inilah Anang, giat mencipta lagu yang awalnya merupakan gubahan lagu rakyat. Diceritakannya, lagu “ paris barantai” tercipta ketika dirinya sering melihat pertunjukan seni tari bagandut. Bagandut adalah seni tari khas Banjar yang dilakukan berpasang-pasangan seperti tari ronggeng atau tayub.
     Beberapa buah lagu juga tercipta saat dirinya bertugas di Inspektorat Daerah Militer VI/ Tanjungpura di Kalimantan Timur seperti lagu berjudul Samarinda, Balikpapan, Di Panajam Kita Badapat, Apo Kayan dan Hunjuran Mahakam. Di usianya yang mulai senja pada 1992, Anang sempat pula membentuk group dan studio musik Tygaroon’s.
     1980-an menjadi tahun ke emasan bagi Anang. Kala itu banyak lagu-lagu ciptaannya di rekam dan dikemas dalam berbagai jenis musik pop, jazz, latin dan melayu. Sebagian besar lagu ciptaannya berasal lagu rakyat yang berkembang di kawasan pesisir dan daratan, berisi pesan-pesan moral.
     Kini di usia tuanya, Anang masih menyempatkan diri mengajar dan mendorong seniman muda untuk berkarya. Sejauh ini lagu-lagu banjar modern sudah banyak tercipta dari tangan seniman-seniman muda kalsel, walau pemasarannya masih menggunakan indie label. (Denny Susanto)
 

~ oleh DennySAinan pada Juli 18, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: