Ramadhan Cake Fair

Asyiknya Festival Jajanan Ramadhan
 
Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival jajanan atau ramadhan cake fair di Kalimantan Selatan kembali digelar bersamaan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1431 Hijriyah. Festival jajanan yang disebut pasar wadai dalam bahasa banjar ini, tetap ramai dikunjungi warga meski dibayangi anomaly teriknya cuaca dan melambungnya harga kebutuhan pokok.
     Pasar wadai hadir tidak hanya di lokasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah yaitu sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, tetapi juga muncul di tiap kelurahan bahkan areal permukiman penduduk. Bukan cuma di Banjarmasin tetapi juga di seluruh wilayah, 13 kabupaten/kota.
     “Pasar wadai merupakan even tahunan yang sudah menjadi agenda dinas perindag dan pariwisata daerah,” tuturnya Rudy Ariffin, Gubernur Kalsel, saat membuka festival pasar wadai pada hari pertama ramadhan. Setiap harinya, ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Banjarmasin dan sekitarnya memadati kawasan pinggiran sungai Martapura lokasi pasar wadai.
      Tercatat ada kurang lebih 150 tenda dan lapak-lapak kayu tempat berjualan, berjejer rapi sepanjang kurang lebih dua ratus meter. Ditambah puluhan pedagang emperan (kaki lima ) yang menjual berbagai barang mulai dari buah, makanan, mainan hingga show room kendaraan dan seluler.
     Walau ramadhan kali ini, ditandai dengan cuaca panas,  tidak mengecilkan minat warga untuk berkunjung ke lokasi pasar wadai yang hanya ada setiap tahun sekali saat ramadhan ini. Selain berbelanja aneka jajanan, lokasi pasar wadai juga dijadikan tempat asyik berwisata menghabiskan waktu menunggu datangnya saat berbuka.
     Pasar wadai menampilkan aneka jajanan mulai dari kue (wadai), minuman hingga lauk pauk. Tidak ketinggalan hadirnya puluhan pedagang buah dan sayur mayur berperahu yang biasanya berjualan di lokasi pasar terapung.
      Aneka jajanan dan makanan khas yang dijual  antara lain adalah kurma, es buah, bingka, bingka berandam, lapis legit, hamparan tatak dan lauk pauk khas banjar lainnya, seperti ikan Saluwang, Patin dan Haruan bakar hingga sayur-mayur.
     Keberadaan pasar wadai yang unik, cukup menarik
perhatian segelintir turis asing. Mereka pun tidak
menyiakan kesempatan untuk berbelanja wadai, dan
memotret aktifitas pasar wadai yang mereka anggap unik
tersebut.
      Sayangnya aneka panganan yang dijual di pasar wadai kali ini, harganya lebih mahal dari biasanya. Harga wadai bingka yang banyak diburu warga, satu porsinya dijual seharga Rp 15.000 atau naik dari Rp 10.000, demikian juga wadai hamparan tatak, lapis dan lainnya yang biasa bisa didapat seharga Rp 7.000 kini menjadi Rp 10.000-Rp 12.000.
      “Saat ini harga bahan untuk membuat wadai mahal, sehingga kami terpaksa menaikkan harga jualnya,” tuturnya Misnah, seorang penjual bingka pada salah satu stan di pasar wadai.
     Terlepas dari itu semua, bagi masyarakat aneka jajanan tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri karena sebagian makanan tersebut hanya muncul saat ramadhan. Pasar wadai mulai diserbu warga ketika sore sekitar pukul 16.00 Wita, bersamaan dengan pedagang menggelar dagangan mereka. Pengunjung mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 Wita dan mulai berkurang menjelang buka puasa. (Denny Susanto)
 

~ oleh DennySAinan pada Agustus 22, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: