Safari Ramadhan

Mesjid Terpencil dan Bersejarah di Pesisir Barito
 
Sebuah bangunan mesjid cukup megah berdiri di tepi sungai Tamban, anak sungai barito dan masuk wilayah Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Mesjid Hasnur Sari namanya, merupakan mesjid pertama yang berdiri di Pulau Tamban dan sempat disinggahi sejumlah tokoh nasional seperti Bung Karno, Bung Hatta dan Soeharto.
     “Mesjid ini merupakan mesjid pertama yang berdiri di pulau Tamban dan mempunyai nilai sejarah bagi warga di sini,” tutur Abdul Hamid, pengelola mesjid Hasnur Sari. Mesjid yang tergolong megah bagi warga sekitar ini, berdiri hanya beberapa meter di tepi sungai.
     Lokasi Pulau Tamban sendiri berada di daerah terpencil. Diperlukan waktu hingga tiga jam lewat jalur darat dengan kondisi medan jalan yang rusak untuk menjangkau wilayah ini dari Marabahan, ibukota Kabupaten Barito Kuala.
     Sedangkan dari Banjarmasin , memerlukan waktu sekitar 30 menit menggunakan speedboat atau kurang lebih satu jam menggunakan perahu motor, menyusuri sungai barito dan anak sungai Tamban.
     Menurut penuturan Abdul Hamid, mesjid Hasnur Sari awalnya merupakan langgar kecil (surau) yang dibangun warga koloni (transmigran) jaman penjajahan belanda sekitar tahun 1930-an. Setelah sempat berpindah-pindah akhirnya warga transmigran yang berasal dari Jawa membangun mesjid secara menetap di Desa Purwosari pada 1954.
     Mesjid kecil tersebut, sempat beberapa kali direnovasi akibat kondisi bangunan dari kayu yang rusak dimakan usia. Namun, mesjid ini mempunyai nilai sejarah tersendiri bagi warga setempat. Selain mesjid pertama yang dibangun oleh kaum transmigran di Pulau Tamban, mesjid ini pernah dikunjungi sejumlah tokoh nasional dan pemimpin tanah air.
     Tercatat, Bung Karno dan Bung Hatta, proklamator kemerdekaan Indonesia sempat singgah dan sholat di mesjid ini. “Pada tahun 1960, proklamator kita pernah singgah di mesjid ini dalam rangkaian kunjungannya ke Kalimantan ,” tutur Abdul Hamid.
     Bahkan, penguasa orde baru presiden Soeharto, saat meninjau lahan pertanian di lahan pasang surut dan lahan gambut di perbatasan Kalsel dan Kalteng, juga singgah di kampung ini.
     Namun, mesjid tua kebanggaan warga transmigran ini nyaris hancur dimakan usia. Sementara, kemampuan warga sangat terbatas dan bantuan pemerintah daerah hanya bisa melakukan renovasi kecil saja.
     Beruntung pada 2009 lalu, seorang pengusaha yang berasal dari Bakumpai, Barito Kuala, HA Sulaiman HB, membantu pemugaran total mesjid Hasnur Sari dengan dana hingga miliaran rupiah. Kini mesjid Hasnur Sari berdiri megah dan menjadi pusat kegiatan ke Islaman di pulau Tamban, terlebih pada saat ramadhan seperti ini. (Denny Susanto)
    
    

~ oleh DennySAinan pada Agustus 22, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: