Eksistensi Budaya

Menjaga Eksistensi Budaya Banjar

Tepian sungai Martapura yang membelah pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan berubah menjadi lautan manusia. Puluhan ribu warga dari berbagai penjuru kota, bahkan wisatawan datang menyaksikan Festival Jukung (perahu) Hias dan Tanglong di sungai Martapura.

Langit cerah bertabur bintang dan sinar rembulan seolah menyemangati evan tahunan yang diharapkan mampu menjaga eksistensi budaya banjar dan suksesnya agenda kepariwisataan daerah. Saat malam mulai menjelang jalan-jalan di Kota Banjarmasin mengalami kemacetan karena serbuan warga untuk menyaksikan keindahan perahu hias dan tanglong malam hari.

Puluhan jukung dihias dan bagian atasnya “disulap” menjadi berbagai bentuk replika binatang seperti naga, buaya serta bentuk lain berupa rumah adat banjar, mesjid, beduk, orang-orangan dan sebagainya. Lampu-lampu tanglong ikut menghiasi jukung peserta festival, sehingga suasana sungai martapura yang gelap berubah menjadi gemerlap.

Tak ketinggalan beberapa atraksi seperti tari-tarian daerah yang ditampil di atas perahu hias. “Sayang cuma satu malam ya festivalnya, padahal warga sangat antusias menyaksikan,” tutur Ridwan,43 warga Alalak Berangas, Kabupaten Barito Kuala yang datang bersama istri dan tiga anaknnya dengan menggunakan sepeda motor.

Hingga tengah malam, warga tidak bergeser dari tepi siring sungai martapura menyaksikan tontotan gratis ini. Festival jukung hias dan tanglong kali ini diadakan bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Banjarmasin. Even serupa juga diadakan pada setiap malam selikuran bulan ramadhan.

Festival budaya pasar terapung kali ini digelar 25-27 September 2010 di Banjarmasin. “Festival budaya pasar terapung merupakan agenda pariwisata dalam rangka mensukseskan tahun kunjungan kalsel 2010,” ungkap Fitri Rifani, Asisten II bidang Pembangunan Kalsel selaku Ketua Panitia festival.

Festival ini dibarengi dengan kegiatan peringatan Hari Tata Ruang Dunia ini, dipusatkan di depan kantor Gubernur Kalsel dan siring sungai Martapura. Berbagai agenda kegiatan ditampilkan antara lain keunikan pasar terapung buatan di sungai martapura dimana puluhan pedagang pasar terapung yang biasa berdagang di lokasi pasar terapung Kuin, Banjarmasin dan Lokbaintan, Banjar ikut meramaikan festival budaya.

Festival kuliner khas banjar yang menyajikan berbagai makanan dan kue khas banjar dan beberapa diantaranya sudah langka. Ada Soto Banjar, Ketupat Kandangan, aneka Ikan Panggang (pais), Nasi Kuning dan Lontong, dan puluhan jenis kue (wadai) khas banjar.

Adapula, anjungan pameran produk unggulan dari 13 kabupaten/kota yang disebut kampong Banjar. Atraksi budaya dan kesenian, seperti Madihin, tari-tarian, budaya suku banjar dan dayak, permainan tradisional, lagu-lagu khas banjar hingga parade busana khas kain sasirangan.

Lomba dayung di sungai martapura, serta jukung hias dan tanglong, menjadi acara puncak festival budaya pasar terapung. Puluhan Jukung (Perahu) hias mewarnai sungai Martapura dengan berbagai macam bentuk dan ornamen yang indah.

Pada siang hari, jukung-jukung hias itu hilir mudik di sungai sambil memamerkan keindahan masing-masing. Dan pada malam hari jukung-jukung itu akan menjadi lebih indah dengan lampu hias (tanglong) berwarna warni.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kalsel, Bihman Mulyansah, mengatakan sungai merupakan asset utama sector pariwisata daerah. Diakuinya, meski memiliki potensi wisata yang menarik seperti pasar terapung di Banjarmasin , pendulangan intan, Banjarbaru dan wisata alam arung jeram di Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalsel bukanlah daerah andalan wisata tanah air.

Pariwisata Kalsel masih kalah jauh dibandingkan Bali dan Jogyakarta. Hal ini disebabkan masih minimnya pembangunan infrastruktur kepariwisataan di daerah. Kondisi ini berpengaruh pada masih rendahnya tingkat kunjungan wisatawan yaitu sekitar 20.000 orang turis manca negara dari 200.000 orang turis dalam negeri pertahun. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Februari 1, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: