Industri Rakyat

Geliat Industri Perkapalan Rakyat
JK, (2010):

Hari mulai senja, tetapi lengkingan suara lempengan besi yang ditempa martil masih terdengar nyaring dari sebuah galangan kapal di tepi sungai Alalak, anak sungai barito di wilayah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sinar kebiru-biruan keluar dari kawat las, saat pekerja merekatkan lempengan besi menjadi dinding sebuah kapal. Belasan orang pekerja galangan perbaikan dan pembuatan kapal milik Haji Zaini, Kayu Tangi ini sedang berupaya menyelesaikan pesanan kapal tugboat (kapal tunda), pesanan sebuah perusahaan pertambangan dari provinsi tetangga Kalimantan Tengah.

Desember ini, jadwal pembuatan kapal tugboat tersebut harus rampung, karena akan segera dipergunakan pihak perusahaan tambang. Musim penghujan yang ekstrim, telah mempengaruhi terhambatnya proses pengerjaan kapal.

“Kami terpaksa bekerja ekstra, karena kapal seharusnya sudah rampung sebulan lalu,” kata Izhar, 53 mandor kerja galangan kapal Haji Zaini. Tahun ini menurut Izhar, pekerjaan pembuatan kapal banyak terganggu akibat kondisi cuaca buruk berupa tingginya curah hujan sehingga kegiatan pengelasan dan pemotongan plat besi di lapangan terganggu.

Bahkan, akibat cuaca buruk pesanan pembuatan kapal lainnya terpaksa ditolak karena pihaknya harus segera menyelesaikan pembuatan empat kapal masing-masing dua buah kapal tongkang, sebuah kapal jenis land craft tank (LCT) dan sebuah kapal tugboat. Proses pembuatan kapal besi ini memakan waktu cukup lama.

Untuk sebuah kapal tugboat diperlukan waktu hingga empat bulan. Sedangkan pembuatan kapal tongkang ukuran besar dengan ukuran panjang 20 meter dan lebar 12 meter, memerlukan waktu hingga dua tahun.

Lamanya proses pembuatan kapal ini terkait, keterbatasan peralatan dan tenaga kerja trampil. Selain itu, bahan baku pembuatan kapal berupa plat besi berbagai ukuran yang harus dipesan dari Pulau Jawa kerap terlambat.

Izhar yang sudah menggeluti profesi sebagai pembuat kapal sejak 30 tahun ini, menyebutkan proses pembuatan kapal dilakukan dengan cara sederhana, nyaris tanpa sentuhan teknologi. Pengerjaan pembuatan kapal sangat bergantung dari kemampuan mandor kerja yang mendisain dan merancang bentuk serta ukuran kapal semua didalam kepalanya.

“Kami tidak pernah membuat kapal dengan gambar, apalagi menggunakan teknologi computer seperti di PT PAL,” ucapnya enteng. Biasanya konsumen atau perusahaan pemesan kapal hanya menyebutkan jenis dan ukuran kapal, selanjutnya mereka menunggu kabar saat kapal nyaris rampung baru ditambah berbagai ornament (dekorasi)sesuai keinginan.

Namun, produksi kapal dari industry perkapalan rakyat di kalsel ini cukup terkenal di kawasan Indonesia Timur. Sudah banyak kapal besi bikinan “urang banua” sebutan warga kalsel yang dipesan berbagai perusahaan baik di wilayah Kalimantan, hingga Sulawesi dan Papua.

Tetap Eksis

Industri pembuatan kapal di Kalimantan Selatan diperkirakan sudah ada sejak era 1970an. Kala itu, industri perkayuan menjadi pengguna terbesar kapal-kapal produksi industri rakyat ini.

Kini, meski industri perkayuan mengalami keterpurukan, gencarnya eksploitasi sumber daya alam batubara dan biji besi, membuat industri kapal tetap eksis. Di Kalsel terdapat sejumlah industry perkapalan yang tersebar di sepanjang tepi sungai barito di wilayah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala.

Ada pula industry perkapalan di daerah perairan sekitar lokasi tambang seperti Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru dan Tanah Bumbu. Walau tergolong industri rakyat, namun bisnis akomodasi air ini termasuk industri padat modal.

Gayo Syamsuddin, Ketua Insa Kalsel, menyebutkan diperkirakan ada sekitar 150 kapal tongkang plus tugboat (sheet) yang berlayar mengangkut batubara dan biji besi, untuk keperluan ekspor maupun pasokan dalam negeri. Kapal-kapal tongkang ini, dimiliki 14 perusahaan jasa angkutan batubara, diantaranya Pt Rig Tenders, Pulau Seroja, Maritim Barito Perkasa, Mitra Bahtera Sejarah Sejati, Arung Samudera dan Mandiri Abadi Maritim.

Sebagian besar armada pengangkut hasil tambang ini, merupakan produksi dalam negeri termasuk Kalsel. Sementara, Alfery, Manager Operasional, PT Rig Tenders mengatakan perusahaannya memiliki tidak kurang dari 40 sheet kapal tongkang dan tugboat pengangkut batubara milik perusahaan tambang PT Adaro Indonesia. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Februari 3, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: