Galon Rafting

Galon Rafting Lomba Dayung Murah Meriah
JK, (2011):

Bermacam cara dilakukan untuk memeriahkan peringatan Hari Bumi se Dunia. Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Kalimantan, menggelar lomba dayung galon (Galon Rafting), sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi kerusakan hutan.

Kemeriahan dan kelucuan mengiringi dimulainya lomba dayung yang digelar para mahasiswa pencinta alam di atas Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tidak hanya karena even ini merupakan even nasional, tetapi juga unik karena lomba dayung menggunakan “perahu” yang terbuat dari galon minuman kosong.
Para peserta lomba yang terdiri dari dua orang setiap perahu galonnya, harus berjuang mati-matian mendayung untuk mencapai garis finish yang berjarak kurang lebih seratus meter. Para penonton yang berdesakan menyaksikan perlombaan dari tepi sungai, tak jarang tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi para peserta lomba.
Empat buah galon disusun dan diikat di atas bambu. Para pendayung, dilengkapi baju pelampung duduk di tengah-tengahnya. Galon sendiri berfungsi sebagai pengapung. Tentunya orang bertubuh tambur, akan sulit mengikuti perlombaan ini karena bukan tidak mungkin, perahu galon tidak mampu menahan beban terlalu berat.
Puluhan perahu disiapkan panitia bagi peserta lomba dayung ini. Sebagian galon berasal dari pinjaman anak-anak kos dan sebagian lagi membeli dari toko-toko yang menjual minuman kemasan.
Derasnya arus sungai dan banyaknya sampah sungai seperti enceng gondok yang bertebaran, ikut menyulitkan para pendayung. Terlebih sebagian besar dari pendayung adalah amatir, sehingga tidak terlalu menguasi teknik mendayung.
Ada peserta yang keluar jalur lintasan karena terbawa arus sungai. Dan ada pula peserta yang terpaksa berhenti, karena tertahan enceng gondok. Diperlukan waktu sekitar sepuluh menit untuk menyelesaikan lomba.
“Lomba ini sebagai hiburan saja yang paling utama adalah terjalinnya kekompakan dan kebersamaan sesama anggota Mapala dari berbagai daerah di tanah air,” tutur Arif Noor Budiman, Ketua Panitia Lomba. Dikemukakan Arif, lomba galon rafting ini merupakan bentuk kampanye dan keprihatinan mahasiswa akan kondisi kerusakan lingkungan.
“Selain murah meriah, ini wujud keprihatinan kita terhadap kerusakan kawasan hutan dan masih maraknya penebangan liar di sejumlah daerah di tanah air,” tegasnya. Karena itu, pihaknya tidak menggunakan perahu yang notabene berbahan baku kayu.
Kegiatan lomba dayung galon ini, adalah rangkaian peringatan Hari Bumi se Dunia, 22 April. Sebelumnya, para mahasiswa menggelar berbagai kegiatan seperti pembagian bibit pohon, penebaran benih ikan di Sungai Martapura dan kegiatan kampanye penyelamatan lingkungan lainnya.

Even nasional
Lomba dayung bertajuk Galon Rafting Competition IV yang diselenggarakan Mapala Uniska, Banjarmasin ini adalah even nasional, dengan melibatkan sejumlah peserta dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Urip Sumoharjo, Surabaya dan Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Lomba yang menyediakan hadiah hingga sepuluh juta rupiah ini, diikuti 45 tim dayung. “Kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini dan rencananya akan dimasukkan dalam agenda pariwisata daerah,” ucap Mohandas, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel yang datang membuka kegiatan lomba mewakili Gubernur.
Even ini, bisa menambah berbagai ajang lomba dan wisata yang berhubungan dengan sungai sebelumnya, seperti lomba jukung hias, lomba perahu naga, lomba tanglong di atas sungai, serta festival pasar terapung.
Hal serupa juga dikemukakan, Iwan Anshari, Wakil Walikota Banjarmasin. Menurutnya, pemerintah kota saat ini sedang gencar-gencarnya membangun wisata berbasis sungai. Banjarmasin yang berjuluk “kota seribu sungai” menghadapi persoalan serius terkait pendangkalan, pencemaran dan hilangnya sungai, akibat tergerus pembangunan. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada April 30, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: