Ampih Miskin

Mengentaskan Kemiskinan di Daerah Kaya
JK, (Juni 2011):
Hulu Sungai Selatan, menjadi salah satu kabupaten penyumbang angka kemiskinan tinggi di provinsi kaya sumber daya alam Kalimantan Selatan. Pemerintah Kabupaten setempat, membuat terobosan pengentasan kemiskinan yang disebut Program Ampih Miskin.
Siang itu, puluhan warga Desa Padang Batung, Kecamatan Angkinang, Hulu Sungai Selatan, berkumpul di salah satu rumah warga yang sehari sebelumnya, dirobohkan. Rumah milik keluarga Ismail,45 tersebut, merupakan rumah tidak layak huni karena hanya berupa bangunan gubuk tua berukuran 3×4 meter dan sudah reot.
Oleh pemerintah kabupaten setempat, rumah milik keluarga Ismail, akan direhabilitasi yang masuk dalam program pengentasan kemiskinan disebut, Program Ampih Miskin. Selain rumah keluarga Ismail, ada 20 rumah milik keluarga miskin lainnya yang akan direhabilitasi.
Dengan bergotong royong, puluhan warga desa terlibat dalam proyek swadaya pembangunan rumah tersebut. Mulai dari pemasangan galam dan kayu ulin sebagai tiang pondasi rumah, hingga pemasangan lantai kayu, dinding serta atap rumah dari seng. Pekerjaan ini, membutuhkan waktu dua sampai tiga hari, hingga siap dihuni kembali oleh pemilik rumah.
“Rumah-rumah yang direhab ini, merupakan hasil inventarisir perangkat desa setempat dan diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni,” ucap Zulkifli, Kepala Bagian Humas Pemkab Hulu Sungai Selatan.
Keluarga Ismail, sendiri sehari-harinya adalah buruh tani. Mereka tidak mempunyai tanah garapan, sehingga penghasilan keluarganya hanya mengandalkan upah memanen di sawah tetangganya, dengan penghasilan sangat minim.
Di Loksado, warga pedalaman kaki pegunungan Meratus ini mendapatkan permodalan untuk usaha beternak unggas (ayam dan burung puyuh) selain, perkebunan karet dan kayu manis.
Selain membangun rumah layak huni, Program Ampih Miskin yang baru diluncurkan pada 2 Desember 2010 lalu ini, juga berupaya mencari solusi mengatasi kondisi kemiskinan dihadapi warga setempat. Warga ditawarkan permodalan dan usaha, sesuai keinginan mereka, demikian juga dengan jaminan pendidikan bagi anak-anak usia sekolah.
“Masalah utama dihadapi kabupaten kami adalah kemiskinan. Melalui program ampih miskin, kami menargetkan pada 2015 mendatang, kemiskinan absolut di wilayahnya kami dapat dituntaskan,” tutur M Sapi’i, Bupati Hulu Sungai Selatan.

Langsung menyentuh masyarakat
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sesungguhnya adalah daerah kaya dengan potensi sumber daya alam cukup besar seperti pertambangan, kehutanan, wisata alam dan pertanian. Namun, sejauh ini mayoritas masyarakatnya, berprofesi sebagai petani khususnya di lahan rawa lebak, nelayan rawa, perkebunan rakyat dan sebagian pengrajin logam “nagara”.
Program pengentasan kemiskinan yang digelontorkan pemerintah dalam beberapa dekade terakhir, terbukti belum mampu mengatasi kondisi kemiskinan dialami warga. Dari 212.678 jiwa warga Hulu Sungai Selatan, sebagian besar masuk kategori miskin.
Bahkan ada 1.637 keluarga, masuk kategori keluarga sangat miskin dan menjadi sasaran program ampih miskin. Program ini, menurut Yusuf Effendi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hulu Sungai Selatan, merupakan program yang langsung menyentuh masyarakat, sehingga tepat sasaran.
Betapa tidak, sang bupati pada periode kedua kepemimpinannya ini, rela mendatangi langsung warganya di pelosok untuk mengetahui langsung kondisi kemiskinan dihadapi warga. Warga desa dikumpulkan dibalai desa atau lapangan terbuka untuk merembukkan, kendala dan bagaimana solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam setiap rapat lapangan ini, diikuti seluruh instansi terkait agar ragam masalah bisa langsung ditangani. “Penduduk yang perlu usaha di bidang perikanan ditangani dinas perikanan, mereka yang mau beternak ditangani dinas peternakan dan seterusnya,” tambahnya.
Hingga bulan ke enam penerapannya, program ini telah menjangkau enam kecamatan dari sebelas kecamatan di Hulu Sungai Selatan. Yaitu Angkinang, Sungai Raya, Loksado, Padang Batung, Daha Utara dan Daha Selatan.
Sepanjang Desember 2010 lalu, program ini menjangkau pembangunan 30 rumah tidak layak huni dengan dana APBD kabupaten sebesar Rp7,5 Juta tiap rumah, ditambah Rp2 Juta untuk permodalan warga. Pada 2011 ini, ditargetkan pembangunan 341 rumah, melalui dana sharing antara APBD kabupaten, provinsi dan pusat.
Sedangkan untuk 2012 mendatang, pemkab setempat telah merencanakan pembangunan 350 unit rumah bagi warga miskin. Dengan demikian untuk mengentaskan kemiskinan 1.637 keluarga sangat miskin ini, diperkirakan baru tuntas pada 2015 mendatang.
Tidak hanya di Hulu Sungai Selatan, program pengentasan kemiskinan serupa juga diterapkan di sejumlah kabupaten di Kalsel. Pemprov Kalsel sendiri mempunyai program yang disebut Gerakan Pembangunan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan (Gerbangmastaskin), dimana 50 desa secara bergiliran tiap tahunnya mendapatkan bantuan dana pembangunan mencapai Rp150 Juta. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juli 18, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: