Arsip Daerah

Meretas Sejarah Melalui Arsip

Catatan sejarah dapat terekam dari kumpulan arsip. Potret Kalimantan Selatan tempo dulu, tersimpan rapih di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Deretan panjang foto-foto menghiasi koridor di depan ruang serbaguna sebuah Hotel di Banjarmasin. Puluhan foto hitam putih berukuran 35×25 Cm yang dipajang, menunjukkan bahwa peristiwa atau obyek foto berasal dari masa lalu.

Penyajian foto-foto ini merupakan rangkaian kegiatan pameran arsip, bersamaan dengan digelarnya Seminar Nasional Aktualisasi Fungsi Arsip Sebagai Simpul Integrasi Nasional dalam Pembangunan Karakter Bangsa di Banjarmasin, 8-9 Juni 2011.

Para pengunjung hotel dan peserta seminar pun, terlihat sangat antusias menyaksikan pameran yang menyajikan potret Kalsel tempo dulu ini. “Pameran ini cukup bagus, saya jadi tahu bagaimana kondisi Banjarmasin dan Kalsel masa lalu,” tutur Eny Sulistiowaty, salah seorang pengunjung pameran.

Berbagai foto yang dipamerkan mulai dari foto Tumenggung Suria Kesumo Renggo, seorang penguasa atau kepala daerah pada era 1930. Ada pula foto bersama para penguasa daerah pribumi (muspida) yang ada pada jaman kemerdekaan.

Foto pidato Wakil Presiden Mohammad Hatta di lapangan Merdeka, Banjarmasin pada 1950. Lapangan ini kini dikenal dengan lapangan 17 Mei dan berubah menjadi sebuah stadion sepakbola.

Tak ketinggalan foto kegiatan rapat raksasa, persiapan kunjungan Presiden RI pertama, Soekarno ke Banjarmasin pada 1950. Adapula kunjungan Komandan Keamanan RIS, Sultan Hamengkubuwono IX yang diabadikan pada 11 September 1952. Hingga kunjungan Presiden Soekarno ke Banjarmasin.

Foto-foto yang disajikan kualitasnya masih bagus, walau hanya dalam gambar hitam putih. Selain foto peristiwa adapula foto-foto dengan obyek diam dan landscape, seperti bangunan Mesjid pertama di Kalsel dan suasana penambangan (pendulangan) emas dan intan konvensional di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru pada 1950 silam.

Sampai sekarang aktifitas pendulangan intan ini masih terus berlangsung, bahkan menjadi obyek wisata yang unik, meski dari sisi lingkungan aktifitas ini sangatlah merusak.

Pada bagian lain, suasana pasar terapung jaman dulu, terlihat sangat ramai. Namun akibat pembangunan dan bermunculannya pasar-pasar modern, membuat keberadaan pasar terapung semakin berkurang dan terancam hilang.

Beberapa foto juga menampilkan sesuatu yang kini sudah hilang akibat perkembangan jaman. Seperti keberadaan Universitas Bung Karno, Banjarmasin 1965, aktifitas angkutan batubara menggunakan rel kereta api di Pulau Laut, Kotabaru 1930.

Pendaratan pertama pesawat di landasan Ulin KM 27, kini berubah menjadi Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru. Hingga bangunan Bioskop pertama bernama Orion, 1940.

Saat ini di Banjarmasin hanya ada satu bioskop 21 yang baru beberapa tahun dibangun. Beberapa bangunan bioskop hangus terbakar akibat kerusuhan dan sebagian tergusur akibat pengaruh modernisasi.

Prof Dr Singgih Tri Sulistyono dalam makalahnya tentang kearsipan, menyebutkan arsip adalah sekumpulan catatan sejarah dan tempat penyimpanan yang berisi dokumen-dokumen. Dari sisi esensi kegunaannya, arsip dipandang sebagai memori aktif bagi sebuah komunitas dan organisasi.

“Secara singkat arsip merupakan rekaman peristiwa masa lampau yang tidak hanya dalam bentuk tertulis, tetapi berbagai bentuk media sesuai dengan perkembangan teknologi,” tuturnya. Dan arsip berhubungan erat dengan sejarah.

“Arsip ini merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan arsip kita akan mengetahui sejarah perjalanan kita,” ungkap Muhammad Hawari, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalsel. Sejumlah arsip sejarah kalsel justru berada di Negara luar seperti Belanda. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juli 18, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: