Barito Sign

Barito Sign, Sebuah Identitas Budaya
JK, (Juli 2011):
Pekan kemilau budaya seribu sungai Kalimantan Selatan, tahun ini disemarakkan dengan pameran lukisan hasil karya puluhan pelukis dari koleksi pilihan Galeri Nasional Indonesia (GNI), seperti Basuki Abdullah, Otto Djaya hingga Gusti Solihin.
Tarian hadrah, sebuah kesenian khas Banjar, menandai pembukaan kegiatan pekan kemilau budaya seribu sungai Kalimantan Selatan dan pameran lukisan dan seni rupa yang disebut Barito Sign. Lenggak lenggok serta gemulainya para penari remaja dan anak-anak dengan pakaian adat banjar, ditambah atraksi pemegang payung hadrah yang berputar-putar memukau para tamu undangan.
Bunyi gendang dan gamelan musik panting yang mengiringi tarian hadrah membuat suasana siang itu semakin meriah. Hampir bersamaan, lomba merangkai bunga rampai dan membuat tikar purun pun digelar.
Sepuluh orang perempuan lanjut usia (lansia), ambil bagian dalam lomba mengayam tikar purun ini. Mereka adalah para perajin tikar purun, dengan pengalaman mengayam tikar sudah puluhan tahun. Dalam waktu kurang dari tiga jam, nenek-nenek ini mampu menyelesaikan tikar purun berukuran satu meter persegi.
Sementara, lomba membuat bunga rampai diikuti tidak kurang dari 30 wanita yang sehari-harinya memang berprofesi sebagai pembuat bunga rampai dari berbagai penjuru Kota Banjarmasin. “Kegiatan lomba, pemeran dan pagelaran seni budaya ini merupakan even tahunan dalam rangka merayakan ulang tahun Kalsel ke 61,” tutur Noor Hidayat Sultan, Kepala Taman Budaya Kalsel.
Adapula lomba bertutur (bakisah) hingga lomba lagu-lagu khas banjar. Even pekan kemilau budaya Kalsel ini berlangsung 7-14 Juli 2011. Namun dibalik kemeriahan pekan budaya ini, diakui Hidayat, ada rasa pesimis terhadap perkembangan budaya daerah tersebut.
Budaya dan kesenian yang menjadi sebuah identitas daerah ini, terancam punah. Hal ini terlihat dari peserta lomba dan pagelaran budaya hanya itu-itu saja dari tahun ke tahun. “Memang pesertanya itu-itu saja, seolah tidak ada regenarasi,” ungkapnya.

Pameran Lukisan dan Seni Rupa
Salah satu even utama dari pekan kemilau budaya seribu sungai kali ini adalah digelarnya pameran lukisan dan seni rupa, karya pilihan Galeri Nasional Indonesia maupun Kalsel.
Kegiatan yang dibuka Direktur Kesenian, Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sulistyo Tirtokusumo, ditandai dengan pemotongan bunga rampai ini menampilkan 21 lukisan karya pelukis penting Indonesia. Sebut saja nama-nama seperti Basuki Abdullah, S Sudjojono, Otto Djaja, Nyoman Tusan, Fajar Sidik, Umi Dachlan hingga pelukis nasional asal Kalsel, Gusti Solihin.
Selain itu, dipamerkan pula 33 karya perupa asal Kalsel. Pameran yang dipusatkan di gedung serba guna Taman Budaya Banjarmasin ini, mendapat perhatian dari masyarakat maupun para pecinta seni.
“Even bertajuk Barito Sign ini diharapkan mampu memotivasi dan semangat berkarya dan menumbuhkan jaringan seni kontemporer di Kalsel,” ucap Tubagus Andre Sukmana, Kepala Galeri Nasional Indonesia. Lebih jauh menurutnya, GNI sendiri setiap tahunnya menggelar kegiatan pameran seni keliling sejak 2006 lalu.
Pada 2006 kegiatan pameran diselenggarakan di Medan dan terakhir pada 2010 di Vietnam. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juli 18, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: