Festival Budaya

Festival Budaya Pasar Terapung
JK, (Mei 2011):
Mengunjungi seluruh obyek wisata dalam waktu singkat adalah suatu hal yang sulit bagi pelancong. Pemerintah daerah di Kalimantan Selatan menyiasatinya dengan mengumpulkan aneka pesona daerah dalam Festival Budaya dan Pasar Terapung.
Walau belum ada jadwal yang jelas, namun penyelenggaraan even tahunan Festival Budaya Pasar Terapung di Kalsel, setiap tahunnya selalu diadakan pada penghujung tahun. Tepian Sungai Martapura yang membelah pusat Kota Banjarmasin, merupakan pusat penyelenggaraan kegiatan.
Sungai yang menjadi etalase utama wajah ibukota provinsi, dengan bangunan talut (siring) di kedua belah sisi sungai, menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ditambah, megahnya bangunan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, mesjid terbesar di Kalsel.
“Festival budaya pasar terapung, memang merupakan even tahunan dalam rangka mensukseskan kepariwisataan di Kalsel,” tutur Mohandas, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel.
Dalam gelaran festival yang menampilkan aneka budaya dan eksotisme pasar terapung mampu menyedot, puluhan ribu warga dari berbagai penjuru kota, termasuk wisatawan luar daerah dan mancanegara datang menyaksikan. Saat malam menjelang jalan-jalan di pusat Kota Banjarmasin mengalami kemacetan karena serbuan warga untuk menyaksikan keindahan perahu hias dan tanglong malam hari.
Puluhan jukung, dihias dan bagian atasnya “disulap” menjadi berbagai bentuk replika binatang seperti naga, buaya serta bentuk lain berupa rumah adat banjar, mesjid, beduk, orang-orangan dan sebagainya. Lampu-lampu tanglong ikut menghiasi jukung peserta festival, sehingga suasana Sungai Martapura yang gelap berubah menjadi gemerlap.
Tak ketinggalan beberapa atraksi seperti tari-tarian daerah yang ditampil di atas perahu hias. Hingga tengah malam, warga tidak bergeser dari tepi siring Sungai Martapura menyaksikan tontotan gratis ini.
Pada siang hari, jukung-jukung hias itu hilir mudik di sungai sambil memamerkan keindahan masing-masing. Dan pada malam hari jukung-jukung itu akan menjadi lebih indah dengan lampu hias (tanglong) berwarna warni.
Tidak itu saja, disiang hari panitia festival juga menyuguhkan keunikan pasar terapung yang cukup terkenal di tanah air, bahkan mancanegara. Puluhan pedagang menggunakan jukung ambil bagian di pasar terapung buatan di Sungai Martapura dimana puluhan pedagang pasar terapung yang biasa berdagang di lokasi pasar terapung Kuin, Banjarmasin dan Lokbaintan, Banjar ikut meramaikan festival budaya.
Pasar terapung di Kalsel ini, disebut-sebut lebih eksotik dibanding pasar terapung di negara tetangga Thailand. Di sini, para pengunjung festival dapat membeli aneka buah-buah dan hasil kebun warga dari pedalaman, termasuk menyantap kuliner khas Banjar di atas perahu.
Di darat, tepatnya di sepanjang tepi sungai, aneka kuliner khas banjar juga disajikan. Ada Soto Banjar, Ketupat Kandangan, aneka Ikan Panggang (pais), Nasi Kuning dan Lontong, dan puluhan jenis kue (wadai) khas banjar. Beberapa jenis panganan, tergolong langka.
Tak ketinggalan, anjungan pameran produk unggulan dari 13 kabupaten/kota yang disebut “Kampong Banjar”. Atraksi budaya dan kesenian, seperti Madihin, tari-tarian, budaya suku banjar dan dayak, permainan tradisional, lagu-lagu khas banjar hingga parade busana khas kain sasirangan.
Diakui atau tidak, meski memiliki potensi wisata yang menarik seperti pasar terapung di Banjarmasin , pendulangan intan, Banjarbaru dan wisata alam arung jeram di Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalsel bukanlah daerah andalan wisata tanah air.
Pariwisata Kalsel masih kalah jauh dibandingkan Bali dan Jogyakarta, akibat minimnya pengembangan infrastruktur kepariwisataan daerah. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juli 18, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: