Penangkaran Buaya

Menyelamatkan Buaya di Penangkaran
JK, (Juni 2011):
Puluhan buaya di sebuah penangkaran yang sudah gulung tikar tidak terurus dan terancam mati kelaparan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, melakukan penyelamatan 85 ekor buaya Kalimantan dengan mengirimnya ke penangkaran baru.
Diperlukan tenaga lima orang pria dewasa untuk mengangkat seekor buaya besar dengan panjang hampir empat meter, dari dalam kolam penangkaran ke daratan. Beberapa saat sebelumnya, para pekerja penangkaran, dibantu petugas BKSDA Kalsel dan tiga orang pawang buaya yang khusus didatangkan dari Tangerang, Jawa Barat harus berjuang keras menaklukkan perlawanan buaya.
Selasa (14/6), BKSDA Kalsel, melakukan evakuasi 40 ekor buaya dari 85 ekor buaya yang ada di penangkaran milik perusahaan PT Alas Watu Utama. Evakuasi puluhan buaya yang sudah berumur lebih dari 15 tahun ini, dikarenakan perusahaan penangkaran sudah gulung tikar, imbas dari kolapsnya perusahaan perkayuan PT Daya Sakti Utama, induk perusahaan PT AWU.
Penangkaran milik PT AWU ini merupakan satu-satunya penangkaran buaya di Kalsel yang pernah berjaya dan menembus pasar ekspor kulit buaya di era 1990an hingga 2000. Pada 2008 perusahaan ini dinyatakan kolaps dan ijin penangkarannya dicabut, dan diambil alih BKSDA.
“Proses evakuasi buaya ini tidaklah mudah, karena baru pertama kali kita lakukan,” tutur Bambang Darsono Adji, Kepala BKSDA Kalsel.
Puluhan buaya tua di penangkaran yang berlokasi di Desa Mekatani, Kecamatan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru ini sejak pagi diberi makan ratusan kilogram daging kambing, sapi dan ayam. Dalam kondisi kenyang, barulah sang pawang bekerja menjinakkan buaya.
Di sini kesigapan para pekerja penangkaran yang membantu sang pawang sangat diperlukan. Peralatan penakluk buaya seperti karung, tali dan sengatan listrik pun dipergunakan.
Buaya yang berada di dalam kolam ditarik atau dipancing ke daratan dan kemudian disergap. Diperlukan keberanian, keterampilan dan pengalaman untuk menaklukkan binatang buas ini. Dengan cekatan menduduki punggung buaya dan mengikat moncong buaya dengan seutas tali.
Dengan moncong terikat dan keempat kaki buaya yang ditarik ke belakang, maka sang buaya pun tidak berkutik. Selanjutnya adalah proses pembiusan dan barulah buaya ditempatkan di dalam peti untuk kemudian siap dikirim ke lokasi penangkaran baru.
Diperlukan waktu 4-5 jam untuk menaklukkan 40 ekor buaya di penangkaran ini. Pihak BKSDA sendiri harus mempersiapkan 40 peti terbuat dari kayu berukuran panjang empat meter dan lebar hampir satu meter, untuk mengangkut buaya-buaya ini ke lokasi penampungan baru.
Dengan menggunakan dua buah truk fuso, buaya-buaya ini akan dikirim ke penangkaran buaya baru milik sebuah perusahaan tambang PT Jhonlin di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

Milik Negara
Proses pelepasan 40 ekor buaya ke lokasi penangkaran baru di Batulicin ini, dipimpin langsung Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan, Darori dan disaksikan Gubernur Kalsel, Rudy Arifin.
“Meski kita titipkan ke penangkaran swasta, tetapi buaya-buaya ini statusnya milik negara dan dilindungi,” ungkap Sonny Partono, Direktur Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Kementerian Kehutanan. Buaya-buaya ini akan dijadikan induk untuk budidaya buaya untuk keperluan bisnis.
Selain 40 ekor buaya tua milik PT AWU, Banjarbaru yang dikirim ke penangkaran PT Jhonlin, Batulicin, 45 ekor buaya lain tersisa direncanakan akan dikirim ke penangkaran buaya di Tangerang. Pemeliharaan buaya menjadi tanggung jawab perusahaan, dengan kesepakatan hasil pembiakan menjadi hak perusahaan penangkaran.
Bisnis peternakan buaya ini, sebenarnya cukup menjanjikan. Mulai dari kulit buaya yang berharga tinggi, hingga daging serta tangkur buaya memiliki pangsa pasar sangat bagus. (Denny Susanto)

~ oleh DennySAinan pada Juli 18, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: