Penangkaran Buaya

•Juli 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Menyelamatkan Buaya di Penangkaran
JK, (Juni 2011):
Puluhan buaya di sebuah penangkaran yang sudah gulung tikar tidak terurus dan terancam mati kelaparan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, melakukan penyelamatan 85 ekor buaya Kalimantan dengan mengirimnya ke penangkaran baru.
Diperlukan tenaga lima orang pria dewasa untuk mengangkat seekor buaya besar dengan panjang hampir empat meter, dari dalam kolam penangkaran ke daratan. Beberapa saat sebelumnya, para pekerja penangkaran, dibantu petugas BKSDA Kalsel dan tiga orang pawang buaya yang khusus didatangkan dari Tangerang, Jawa Barat harus berjuang keras menaklukkan perlawanan buaya. Lanjutkan membaca ‘Penangkaran Buaya’

Arsip Daerah

•Juli 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Meretas Sejarah Melalui Arsip

Catatan sejarah dapat terekam dari kumpulan arsip. Potret Kalimantan Selatan tempo dulu, tersimpan rapih di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Deretan panjang foto-foto menghiasi koridor di depan ruang serbaguna sebuah Hotel di Banjarmasin. Puluhan foto hitam putih berukuran 35×25 Cm yang dipajang, menunjukkan bahwa peristiwa atau obyek foto berasal dari masa lalu.

Penyajian foto-foto ini merupakan rangkaian kegiatan pameran arsip, bersamaan dengan digelarnya Seminar Nasional Aktualisasi Fungsi Arsip Sebagai Simpul Integrasi Nasional dalam Pembangunan Karakter Bangsa di Banjarmasin, 8-9 Juni 2011. Lanjutkan membaca ‘Arsip Daerah’

Festival Budaya

•Juli 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Festival Budaya Pasar Terapung
JK, (Mei 2011):
Mengunjungi seluruh obyek wisata dalam waktu singkat adalah suatu hal yang sulit bagi pelancong. Pemerintah daerah di Kalimantan Selatan menyiasatinya dengan mengumpulkan aneka pesona daerah dalam Festival Budaya dan Pasar Terapung.
Walau belum ada jadwal yang jelas, namun penyelenggaraan even tahunan Festival Budaya Pasar Terapung di Kalsel, setiap tahunnya selalu diadakan pada penghujung tahun. Tepian Sungai Martapura yang membelah pusat Kota Banjarmasin, merupakan pusat penyelenggaraan kegiatan.
Sungai yang menjadi etalase utama wajah ibukota provinsi, dengan bangunan talut (siring) di kedua belah sisi sungai, menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ditambah, megahnya bangunan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, mesjid terbesar di Kalsel. Lanjutkan membaca ‘Festival Budaya’

Anyaman Margasari

•Juli 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dari Belantara Rawa ke Mancanegara
JK, (Mei 2011):
Margasari, sebuah desa kecil di pedalaman rawa Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai sentra produksi anyaman. Produk anyaman penduduk kerajaan Negara Dipa ini mampu menembus mancanegara.
Puluhan pasang mata dengan seksama melihat tangan terampil Hamda, wanita paruh baya warga Desa Margasari, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin (250 Km dari Banjarmasin) begitu cekatan menganyam bilah-bilah kecil rotan menjadi berbagai produk anyaman. Bilah-bilah rotan yang sebelumnya sudah diberi pewarna tersebut, disulap menjadi aneka produk seperti tas, topi dan kerajinan anyaman lainnya.
Hari itu, rumah sederhana milik Hamda yang terletak di tepi Sungai Margasari ini, dipenuhi puluhan orang wisatawan lokal dari Jakarta. Bagi Hamda dan keluarga, kedatangan para pelancong luar daerah ini, merupakan suatu hal yang sangat diharapkan. Lanjutkan membaca ‘Anyaman Margasari’

Bengkel Terapung

•Juli 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bertahan Hidup Dengan Usaha Bengkel Terapung
JK, (Mei 2011):
Di tengah kesulitan, pasti ada jalan keluar. Artoni, 40 warga Desa Negara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan merintis usaha bengkel dan jual beli sepeda bekas dengan menyusuri wilayah terpencil menggunakan perahu motor.
Siang itu, merupakan hari ke sepuluh bengkel sepeda terapung milik Artoni, berlabuh di pelabuhan rakyat di Desa Margasari, Kecamatan Candi Laras Utara, sebuah desa terpencil di Kabupaten Tapin. Bengkel sepeda ini cukup unik karena berada di atas perahu motor (klotok).
Dengan hanya ditutupi tenda plastik, Artoni terlihat begitu tekun menjalankan usahanya memperbaiki sepeda milik warga Desa Margasari, meski cuaca saat itu sangat terik. Karena terbiasa berada di lapangan dalam kondisi cuaca panas yang tidak bersahabta seperti sekarang ini, membuat kulit tubuhnya tampak kehitaman. Lanjutkan membaca ‘Bengkel Terapung’

Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia

•Juli 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Berburu Berita Menyelamatkan Lingkungan

Sambil menyelam minum air. Pepatah ini mungkin cocok untuk menggambarkan kegiatan puluhan wartawan di Kalimantan Selatan yang tergabung dalam wadah Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia.
Selain disibukkan dengan rutinitas berburu berita, mereka menyempatkan diri menggelar berbagai kegiatan sosial dan penyelamatan lingkungan. Walau belum genap satu tahun, organisasi yang memiliki anggota 40 wartawan media cetak dan elektronik, baik lokal maupun nasional ini telah menggelar belasan kegiatan social dan lingkungan.
Artinya dalam setiap bulan, selalu ada kegiatan yang mereka lakukan. “Iya, sambil menyelam minum air. Kegiatan yang kami lakukan, merupakan obyek berita. Isu lingkungan dan sosial adalah sesuatu yang seksi bagi jurnalis,” tutur Khaidir Rahman, salah seorang pendiri Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia yang menjabat wakil ketua dalam organisasi tersebut. Lanjutkan membaca ‘Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia’

Tahura

•April 30, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tahura, Secuil Surga di Kaki Meratus
JK, (2011):

Taman Hutan Raya Sultan Adam yang membentang seluas 120.000 hektar di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, Kalimantan Selatan, merupakan secuil surga warisan Belanda di kaki pegunungan Meratus.

Lantunan lagu Perahu Retak yang diciptakan seniman Almarhum Franky Sahilatua terhenti, bersamaan dengan berhentinya bus pariwisata di lokasi wisata alam Mandiangin, masuk wilayah Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Lagu bertemakan lingkungan tersebut, sudah berulang kali diputar, sejak keberangkatan rombongan Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalsel dari Banjarmasin.
Hawa perbukitan berbalut hutan pinus yang sejuk, membuat rasa penat selama dalam perjalanan kurang lebih dua jam, dengan kondisi jalan banyak rusak langsung terobati. Sebelum melakukan kegiatan inti, penebaran anggrek alam di lokasi wisata, rombongan pecinta anggrek dan anggota Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia (Wartawan Lingkungan) ini, memilih melihat-lihat pemandangan sekitar. Lanjutkan membaca ‘Tahura’